Hero Tito dan Rivo Rengkung Siap Pertahankan Gelar Juara Dunia WPBF di Solo

Ketua KTPI Malang Raya, Ade Herawanto, di tengah dua petinju andalan, Hero Tito dan Rivo Rengkung. (istimewa)
Ketua KTPI Malang Raya, Ade Herawanto, di tengah dua petinju andalan, Hero Tito dan Rivo Rengkung. (istimewa)

MALANGVOICE – Petinju andalan d’Kross BC, Hero Tito, siap mempertahankan gelar juara di kelas ringan versi World Professional Boxing Federation (WPBF) melawan petinju asal Australia, Jacob Mcbride.

Pertandingan super seru itu akan berlangsung 20 Mei di GOR Sritex, Solo. Pihak KTPI Malang Raya menggandeng promotor dari Indonesia, Dedy Lawe SH, serta Co Promotor dari Timor Leste, Joel Pereira Americo dan Moch Arie Aripin dari Malaysia, sedang match maker pertandingan dikelola penata tanding piawai asal Finlandia, Nikko Marttinen

Sementara untuk Panpel pertandingan dihandle d’Kross Community dan Yayasan Kalimasadha Nusantara.

BNN Kota Malang

Sore ini, Rabu (8/3), seluruh panita pelaksana menggelar rapat tertutup yang dihadiri pula Ketua Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang Raya, Ade Herawanto.

Suasana rapat panitia pelaksana dan co promotor, M Ari Aripin. (deny)
Suasana rapat panitia pelaksana dan co promotor, M Ari Aripin. (deny)

Dalam pertemuan itu dibahas mengenai hal teknis guna terselenggaranya pertandingan yang fair play dan menarik. “Kami sengaja pilih Solo sebagai tempat netral,” kata Ade.

Rencananya, duel bergengsi itu akan disiarkan live di stasiun tv lokal swasta di Indonesia. Tentu hal ini akan menarik jutaan pasang mata dan ikut mendukung sang juara bertahan.

Selain itu, pemegang gelar juara dunia kelas ringan yunior andalan d’Kross BC, Rivo Rengkung, juga akan dipertandingkan melawan Roonayot Boonraksa asal Thailand.

“Sebenarnya kami harap memertahankan sabuk gengsi sang jawara agar tetap di Tanah Air,” lanjut Owner d’Kross BC itu.

Ditambahkan M Ari Aripin, mengenai konsep pada pertandingan, masih akan digodok lebih matang lagi. Ia berencana juga melibatkan Kemenpora agar mendapat dukungan lebih.

“Bagaimanapun Kemenpora juga harus tahu karena ini juga termasuk olahraga. Lagipula itu sangat bagus untuk mendongkrak mental sang petinju,” tandasnya.

Gelar akbar ini juga dihelat bersamaan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menggandeng salah satu komunitas di Solo, Pasopati.