Hadapi Lonjakan Harga Cabai, Pedagang di Kabupaten Malang Lakukan Barter Komoditas

Kepala DTPHP Pemkab Malang, Budiar Anwar (Kanan) saat bersama pencari rumput. (Istimewa).

MALANGVOICE – Sejumlah pedagang cabai di beberapa pasar di Kabupaten Malang, ikut berupaya mengatasi tingginya harga cabai dengan melakukan barter komoditi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Budiar Anwar mengatakan, para pedagang saat ini mengambil suply cabai dari pedagang yang di daerah asalnya sedang melimpah stok cabainya dan ditukar dengan komoditas di Kabupaten Malang yang dinilai melimpah.

“Mereka memiliki pemikiran untuk barter komoditas. Artinya bukan barter (tukar menukar) yang sesungguhnya. Sistemnya tetap beli, dan saat ini sudah dilakukan. Di pasar-pasar induk, hal itu sudah dilakukan. Seperti di Pasar Mantung di Pujon, atau di Pasar Karangploso,” ungkapnya, saat ditemui awak media di Lobby Ruang Anusopati, Kompleks Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur no.3, Kota Malang, Jumat (5/4).

Menurut Budiar, barter komoditas tersebut dilakukan karena sejumlah petani di Kabupaten Malang mengaku mengalami gagal panen, karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini yang membuat bunga cabai rontok.

“Kami (DTPHP) telah melakukan upaya untuk membantu petani. Kami bantu dengan Mulsa agar serapan air tidak terlalu banyak. Sebenarnya yang bagus itu dengan green house, tapi biayanya juga besar,” jelasnya.

Sementara itu, terkait barter komoditas, Budiar mengatakan, komoditas Kabupaten Malang yang dinilai berlebih dan bisa untuk dibarter adalah komoditas hortukultura atau tanaman sayur.

“Yang berlebih jelas hortukultura. Biasanya dilempar ke Kalimantan atau pasar sayur di Jawa Tengah. Kalau Kementan (Kementerian Pertanian) jelas punya mappingnya, sementara di Kabupaten Malang cenderung merata,” tukasnya.(end)

article bottom ad