Gugur Muda – Berryminor, Dedikasikan Lagu untuk Lima Korban Demonstrasi

Musisi Malang, Berryminor. (Istimewa)
Musisi Malang, Berryminor. (Istimewa)

MALANGVOICE – Musisi Malang, Berryminor merilis single pertamanya berjudul Gugur Muda. Lagu ini didedikasikan untuk lima korban tewas saat gelombang aksi demonstrasi bertajuk Reformasi Dikorupsi di berbagai daerah, 23, 24 dan 30 September 2019 lalu.

Pemilik nama lengkap Fahzlurr Berri Almustapha ini tak bisa menutupi keresahannya. Terutama saat membaca berita tentang para korban meninggal diduga akibat kekerasan oleh aparat saat demonstrasi melalui layar handphone miliknya, ditemui MVoice, Minggu (20/10).

Ia mengatakan, lagu berjudul Gugur Muda merupakan single pertamanya dan didedikasikan untuk Bagus Putra Mahendra, Akbar Alamsyah dan Maulana Suryadi, demonstran yang meninggal usai aksi berujung ricuh dengan polisi di Jakarta. Lalu, Imawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Haluoleo di Kendari. Lagu ini bisa diakses di YouTube Berry Minor atau di kanal https://m.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=z6n4wlgB-aY

“Gugur Muda merupakan surat kecil untuk korban kekerasan demonstrasi reformasi dikorupsi. Saya mencoba menyuarakan keresahan di dalam lagu ini,” kata pria akrab disapa Berry ini.

Gugur Muda, lanjut dia, musik beraliran electronic naratif yang juga menceritakan tentang bentuk simpatinya terhadap korban kekerasan demonstrasi #reformasidikorupsi lainnya yang berjumlah ratusan di berbagai kota di Indonesia, sebut saja Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Kendari, Malang, Surabaya dan berbagai daerah lainnya.

Alumnus Universitas Negeri Malang ini memandang, masih belum ada titik terang mengenai pelaku kekerasan tersebut. Hingga merenggut lima nyawa demonstran.

“Dan ribuan orang lain yang tertangkap mulai dari tanggal 24-30 september 2019,” ujarnya.

Lagu Gugur Muda berdurasi lima menit ini juga menceritakan tentang penderitaan ayah, ibu yang menjadi seorang buruh dan seorang petani.
Pria kelahiran Kota Malang 27 tahun silam ini berharap agar persoalan tersebut segera diselesaikan secara adil menurut aturan hukum yang berlaku.

“Dan saya berdoa untuk kelima korban meninggal dunia semoga diberi ketenangan,” tutup pria juga pernah tergabung dalam band Malang, A Strong Boy ini. (Der/Ulm)