MALANGVOICE – Laga panas tersaji saat Persema Malang menjamu Perseta Tulungagung pada lanjutan babak 32 besar Liga 4 Grup AA Regional Jatim di Stadion Gajayana, Senin (5/1) sore. Pertandingan berakhir imbang 0-0, namun diwarnai tensi tinggi hingga peluit akhir.
Momen paling krusial terjadi di menit ke-90. Perseta sempat mencetak gol memanfaatkan blunder kiper Persema. Sayangnya bagi tim tamu, wasit menganulir gol tersebut. Keputusan itu langsung memicu protes keras dari kubu Perseta hingga berlanjut ke area ruang ganti. Beruntung situasi tak berkembang menjadi keributan besar dan pertandingan bisa diselesaikan dengan aman.
Film Horor Alas Roban Siap Tayang Januari 2026, Angkat Kisah Nyata Jalur Angker Jawa Tengah
Pelatih Persema Malang, Firman Basuki, mengaku tetap bersyukur dengan hasil yang diraih. Namun ia menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya kurang tegas dan berpengaruh pada jalannya laga.
“Sepak bola itu kan hasilnya menang, seri, atau kalah. Yang saya sayangkan di sini kepemimpinan wasitnya. Kurang tegas dan kurang jelas saat memberi pelanggaran, itu yang bikin suasana jadi panas,” ujar Firman usai pertandingan.
Mantan pemain Arema dan Persema itu juga mengungkapkan kondisi timnya yang belum ideal. Persema, kata dia, baru terbentuk dalam waktu sekitar dua pekan sehingga berdampak pada permainan di lapangan.
“Dengan persiapan yang sangat minim, tetap kita syukuri. Semangat anak-anak luar biasa, apapun hasilnya. Apalagi banyak pemain muda, itu patut diapresiasi. Ke depan tentu akan terus kita support supaya lebih baik,” ungkapnya.
Pada laga berikutnya, tim Bledek Biru dijadwalkan menghadapi Hizbul Wathan pada Rabu (7/1) di Stadion Gajayana. Firman berharap anak asuhnya bisa segera melupakan hasil pertandingan ini dan fokus menatap laga selanjutnya.
Ia juga menyinggung faktor kehadiran suporter yang cukup banyak di stadion. Menurutnya, para pemain sempat kaget karena pada laga-laga sebelumnya Persema bermain tanpa dukungan besar dari tribun.
“Anak-anak agak kaget karena sebelumnya main tanpa suporter. Dulu pas menang tidak ada suporter, sekarang tiba-tiba penuh. Tapi ini jadi energi positif. Ada dukungan dari Pak Wali Kota juga. Harapannya ke depan pemain bisa lebih tenang, menjalankan instruksi pelatih, dan hasilnya bisa lebih positif,” pungkas Firman.(der)