Gempa Bumi di Situbondo Tak Berpotensi Tsunami, Warga Malang Terasa Guncangan

Titik gempa di Situbondo. (BMKG)
Titik gempa di Situbondo. (BMKG)
Article top ad

MALANGVOICE – Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Timur Laut Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (11/10) pukul 01.44.57 WIB. Guncangan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan mengatakan, gempa bumi ini terjadi pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, dengan kedalaman 12 km.

“Gempa bumi berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3,” ungkapnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, lanjut Musripan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Bali ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

“Dalam kejadian ini, juga terjadi beberapa gempa susulan dan di daerah Sumenep ada kerusakan dan korban 3 orang meninggal,” jelasnya.

“Hingga pukul 02.30 WIB, Hasil monitoring BMKG sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M=3,4. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ia menambahkan.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI, Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan III MMI. Bahkan guncangan gempa juga sangat terasa di Malang Raya.

Salah satu warga, Andik, mengaku merasa gempa saat berada di kasur. Ia kemudian mengabarkannya melalui aplikasi pesan.

“Kuat sekali itu gempanya. Saya tanya teman lain juga sama-sama terasa,” katanya.(Der/Aka)