Kota Malang Memilih Pemimpin

Gambar Inep Dicatut, Garda Pancasila Tegaskan Masih Netral

Ketua Garda Pancasila, Peni Suparto. (Muhammad Choirul) 
Ketua Garda Pancasila, Peni Suparto. (Muhammad Choirul) ) 

MALANGVOICE – Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto, mengeluhkan adanya oknum yang mengaitkan namanya dengan salah satu pasangan calon (Paslon) pada Pilwali 2018. Dia menyebut, bahkan terdapat sejumlah banner yang menyandingkan gambar wajahnya dengan salah satu Paslon.

Dalam banner yang tersebar, Inep dicatut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Garda Pancasila. Banner itu tersebar di sejumlah media sosial seperti Facebook, dan beberapa grup What’s App Messenger. Atas fenomena ini, pria yang akrab disapa Inep ini pun angkat bicara. 

“Pemasangan foto saya pada atribut publikasi politik salah satu Paslon, seperti yang tersebar di banner media sosial, tanpa seijin dari saya,” ujarnya kepada MVoice, Selasa (16/1).

Lebih lanjut, Inep mengamati, memang Kota Malang sedang menyambut hajat politik masyarakat Juni 2018 mendatang. Beberapa tahapan sudah dilewati, antara lain rekomendasi parpol dan pendaftaran Paslon di Komisi Pemilihan Umum (KPU), juga menjadi perhatiannya.

Terdapat tiga pendaftar, yakni H Moch Anton – Syamsul Mahmud, Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, dan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko. Pasangan Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi diusung koalisi partai yang salah satunya melibatkan PPP. 

Inep mengatakan, sikap PPP belum tentu sejalan dengan Garda Pancasila, meskipun Ketua DPC PPP Kota Malang dijabat Heri Pudji Utami yang tak lain istri Peni Suparto. Dia pun menegaskan, Garda Pancasila belum menentukan sikap terkait Pilwali 2018. 

“Berdasarkan hasil rapat internal Garda Pancasila belum menentukan sikap untuk mendukung Paslon manapun,” tandasnya.(Coi/Aka)