MALANGVOICE – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Forkopimda Kota Malang turun langsung memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat.
Rabu (18/3), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan pengecekan personel, sarana-prasarana di Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), hingga sejumlah masjid besar di Kota Malang.
Pengecekan dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, didampingi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana bersama jajaran terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas benar-benar siap mengawal aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran.
Pasar Murah di Kejari Kota Malang Diserbu Warga, 1.300 Paket Sembako Ludes Disiapkan
Selain memastikan kesiapan di lapangan, kegiatan itu juga menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar Polresta Malang Kota.
Harapannya, masyarakat bisa menjalankan ibadah dan mobilitas selama Lebaran dengan rasa aman dan nyaman.
Rombongan Forkopimda memulai pemantauan dari Balai Kota Malang. Sejumlah titik kemudian disambangi, mulai dari Pos Pelayanan di Jalan Trunojoyo, Stasiun Kota Baru, Pos Pantau Alun-Alun Merdeka, Masjid Agung Jami’, Masjid Quba di Kelurahan Bareng, Masjid Al-Ikhlas di Jalan Raya Langsep, hingga Masjid A. Yani di Jalan Kahuripan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pengecekan pos pengamanan dan sejumlah masjid ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas kota, khususnya menjelang Idul Fitri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh agama dan masyarakat yang selama ini ikut menjaga suasana tetap harmonis.
“Kami mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang telah menjaga suasana Kota Malang tetap kondusif. Melalui pengecekan ini, sekaligus mengajak semua pihak menjaga toleransi dan persatuan,” ujar Wahyu.
Tak hanya soal pengamanan, Wahyu juga menyoroti pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan masjid di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Lebaran. Menurutnya, suasana Idul Fitri yang khusyuk dan harmonis hanya bisa tercipta lewat kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat.
Baginya, sinergi itu menjadi kunci agar warga bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pengecekan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta soliditas antar unsur pengamanan dan masyarakat.
“Kita bersyukur masih diberikan kesehatan untuk melaksanakan tugas pengabdian dalam pengamanan Idul Fitri. Kami memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap mendukung pelayanan kepada masyarakat secara maksimal,” tegasnya.
Mantan Kapolres Malang itu juga mengingatkan potensi gangguan keamanan yang perlu diwaspadai selama masa Lebaran. Di antaranya pencurian rumah kosong saat ditinggal mudik, kepadatan arus lalu lintas, hingga potensi kesalahpahaman yang bisa memicu gangguan kondusivitas.
Karena itu, ia mengajak seluruh personel membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan takbir keliling secara berlebihan, menjaga toleransi, tidak mudah terprovokasi, serta meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik.
“Kami mengajak personel untuk membangun komunikasi yang baik, serta mengimbau masyarakat tidak melakukan takbir keliling secara berlebihan, selain itu menjaga toleransi, tidak mudah terprovokasi, serta meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik,” jelasnya.
Lebih jauh, Putu Kholis berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri.
“Semoga Idul Fitri tahun ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Momentum ini juga harus menjadi ajang mempererat silaturahmi persaudaraan serta memperkuat persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi Forkopimda Kota Malang yang selama ini terbangun kuat, masyarakat diharapkan dapat merasakan keamanan, baik saat menjalankan ibadah maupun selama aktivitas mudik dan arus balik Lebaran 2026.(der)