Festival Serabi Suro 2019 Digelar Meriah di Dadaprejo

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat menyiram juruh di Festival Serabi Suro 2019, Kamis (12/9). (Foto: Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat menyiram juruh di Festival Serabi Suro 2019, Kamis (12/9). (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Festival Serabi Suro 2019 digelar meriah di Dusun Dadaptulis, Dadaprejo, Kota Batu, Kamis (12/9).

Ya, Dinas Pariwisata Kota Batu bersama warga Dusun Dadaptulis konsisten dalam menjaga tradisi budaya. Mereka setiap bulan Suro (Muharram) selalu menyelenggarakan Festival Serabi Suro. Tepatnya Kamis Kliwon.

Tahun ini tema Festival Serabi Suro 2019 adalah Serabi Seribu Rasa. Bagi warga Dusun Dadaptulis, Kue Serabi bukan sekadar serabi biasa.

Namun, ada pesan tersendiri untuk selalu mensyukuri nikmat dan berbagi dengan sesama dari Kiai Bangsri, pendiri Dusun Dadaptulis.

Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan budaya yang sudah lama bersemi di daerah tersebut.

Terlebih serabi merupakan salah satu simbol yang selalu ada saat selamatan di dusun tersebut.

‚ÄúSetiap desa dan kelurahan punya karakter masing-masing. Seperti Kelurahan Temas dengan kebudayaan dan karakter yang kuat tentang Kampung Tani. Sedangkan Kelurahan Dadaprejo dengan serabi suronya,” tuturnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang juga hadir dalam festival ini menyebut bahwa tradisi ini haruslah dilestarikan. Menurutnya festival ini mengangkat ‘Ke-ndesoan’ warga di Dadaprejo.

“Harus diapresiasi serta terus dilakukan karena festival serabi juga bisa dinikmati bukan hanya warga sekitar namun juga wisatawan,” ungkapnya.

Ia berharap ke depannya dengan hadirnya desa/kelurahan yang memiliki kebudayaan dan kesenian yang khas seperti ini akan mengubah pemikiran wisatawan.

“Bahwa Kota Batu bukan hanya dikenal dengan julukan tempat wisata buatan, tetapi juga memiliki wisata kebudayaan yang khas,” kata Dewanti.

Panitia Pelaksana Festival Serabi Suro 2019, Harmoko menambahkan kirab Tumpeng Serabi Suro diikuti oleh seluruh warga Dadaptulis yang terbagi dalam 24 kelompok yang masing-masing membawa encek berisi Serabi Suro.

“Dibagikan gratis pas tanggal 12 September hingga Maghrib. Setelah itu ada yang jualan serabi di gubuk-gubuk dengan harga Rp 5 ribu pertangkepnya,” ujar Harmoko.

Festival ini diselenggarakan selama dua hari. Pertama, Kamis (12/9) dilaksanakan Kirab Tumpeng Serabi Suro, dilantunkan juga Gending Pujo Mantro, Selamatan serabi, Gebyar seni tari, Wayang kulit dalang bocah dari Karangmloko Dadaprejo dan Ludruk anak dari Songgoriti.

Kemudian, Jumat (13/9) dilaksanakan seni Bantengan, Gebyar seni tari, Jaran kepang dan Rampak barong.

Nah, menarik bukan? Jadi, jangan lewatkan Festival Serabi Suro 2019 ini, nikmati serabinya dan rasakan kentalnya tradisi persaudaraan di Dusun Dadaptulis ini lewat seni dan budayanya!(Der/Aka)