Duh, 67 Proyek Pemkot Batu Terancam Molor

Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso (Aziz/MVoice)
Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso (Aziz/MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Hingga triwulan pertama tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tampaknya belum greget dalam urusan proyek pembangunan dan pengadaan. Betapa tidak, dari 71 proyek yang sudah direncanakan, baru 4 yang masuk di sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Jadi ada 67 proyek tersisa dan masih berkutat dalam penyelesaian administrasi.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso membenarkan hal itu. Diakuinya memang cukup banyak proyek seharusnya sudah masuk tahapan lelang. Dari 71 proyek, dia melanjutkan, nilainya beragam.

”Iya, (banyak proyek belum lelang) tapi tidak ada yang terlalu besar (anggarannya),” kata Punjul beberapa waktu lalu.

Salah satu proyek yang cukup besar, lanjut Punjul, lelang untuk pembangunan pasar sayur tahap II. Pada tahap kedua, nilai pagu APBD 2018 ini sejumlah Rp 5,9 miliar dan masih belum dilelang.

”Ada banyak yang lainnya seperti di dinas kesehatan itu ada 5 item, dinas lingkungan hidup (6 item), dinas pariwisata, dinas ketahanan pangan dan lain-lainnya banyak yang kecil-kecil,” sambung dia.

Sedangkan yang sudah lelang di antaranya dari dinas pendidikan. ”Kalau yang sudah dilelang itu diantaranya untuk pembangunan aula (pertemuan SMPN 1), dan untuk buku koleksi perpustakaan SD,” imbuh Punjul.

Dari yang sudah masuk tersebut, untuk pembangunan gedung aula pertemuan di bawah dinas pendidikan pagu anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan untuk buku, kurang lebih Rp 600 juta.

Karena belum banyak dinas yang menjalankan lelang, Punjul berharap untuk segera dilakukan.
Sebab jika meleset dari jadwal untuk pelelangan dikhawatirkan akan menghambat proyek yang sudah direncanakan.

”Ini akan berakibat dalam pencairan anggaran,” tutup politisi PDI Perjuangan ini.(Der/Ak)