GSI dan Gebyar Hardiknas 2018

Dua Anggota Kabinet Kerja Semarakkan Gebyar Hardiknas di Kota Malang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, beserta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, foto bersama peserta. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP dan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 yang berlangsung di komplek Asifa Kota Malang terasa istimewa. Betapa tidak, ajang ini dihadiri dua anggota Kabinet Kerja Pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Keduanya yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, beserta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Pada ajang yang berlangsung Sabtu (12/5) ini, beragam jenis kegiatan disajikan, mulai pentas seni hingga olahraga.

Putaran pamungkas GSI sendiri diikuti lima tim sepak bola terbaik yang mewakili setiap kecamatan di Kota Malang, ditambah satu tim tuan rumah yakni Asifa. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, sempat melakukan tendangan kick off sebagai tanda pembukaan kegiatan ini.

Dia juga berpesan agar para peserta bertanding dengan sportif. “Jangan karena ingin menang lantas bermain tidak sportif. Saya yakin pemenangnya adalah yang terbaik, sedangkan yang belum berhasil masih ada kesempatan di kemudian hari,” kata putri Megawati Soekarnoputri ini.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh sekadar dijadikan seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, menurutnya Hardiknas merupakan momentum untuk berbenah.

“Hardiknas harus kita manfaatkan untuk membenahi dan memperbaiki pendidikan kita,” tandas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Muhadjir mencatat, pendidikan di Indonesia masih memiliki sejumlah kelemahan. Hal ini menjadi evaluasi dan pekerjaan rumah bersama seluruh stakeholder terkait baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kelemahannya adalah akses dan pemerataan kualitas. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan relevansi antara pendidikan dengan dunia kerja,” pungkasnya. (Coi/Ery)