Drainase Tersumbat, Sutiaji Dibuat Jengkel Pembuang Sampah Sembarang

Wali Kota Malang Sutiaji memantau pembersih drainase tersumbat sampah di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (4/11). (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji memantau pembersih drainase tersumbat sampah di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (4/11). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Memasuki musim penghujan, Pemkot Malang rajin menormalisasi saluran air, drainase alias gorong-gorong. Namun, usaha itu seperti sia – sia akibat ulah oknum pembuangan sampah sembarang.

Budaya tak bertanggungjawab itu membuat jengkel Wali Kota Malang Sutiaji. Sebab, meskipun gencar melakukan normalisasi, nampaknya pekerjaan rumah belum juga tertuntaskan. Masih saja terus ditemukan drainase tidak berfungsi optimal.

“Hampir semuanya karena faktor perilaku. Artinya normalisasi tak bermakna, apabila ternyata masih saja ada warga yang seenaknya membuang sampah dan berperilaku tidak bijak terhadap sarana atau utilitas lingkungan yang ada,” sesalnya saat meninjau Satgas DPUPR menormalisasi kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Senin (4/11).

BNN Kota Malang

Senada wali kota, Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso juga sangat prihatin melihat fenomena masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan.

Dijelaskannya, selama Oktober 2019, ada 30 titik yang dinormalisasi. Seluruh titik merupakan zona rawan terjadi genangan. Meliputi wilayah Sumbersari, Merjosari, Tlogomas, Galunggung, Sawojajar, Sukun, Klojen, Mojolangu dan wilayah lainya. Akhir Oktober, Satgas DPUPR melakukan normalisasi di saluran air di kawasan jalan Sunan Kalijaga Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Sayangnya, lagi-lagi Satgas DPUPR, menemukan berbagai jenis sampah yang menyumbat, seperti sampah plastik, sampah rumah tangga dan jenis sampah lainnya.

“Setiap bulan rata-rata kami menormalisasi saluran air antara 25 sampai 30 titik saluran air yang tersumbat. Penyebabnya berbagai macam, ada sampah dan penyempitan. Makanya perlu dan kesadaran, jika tidak, tentu masyarakat sendiri yang akan menerima dampaknya kalau terjadi bencana, ” kata pria akrab disapa Soni itu.(Hmz/Aka)