DPMTSP-Naker Kabupaten Rembang Sinau ke Kabupaten Malang

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo. (Toski D).

MALANGVOICE – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) Kabupaten Rembang berkunjung ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Senin (11/3).

Kunjungan itu bertujuan untuk sinau tentang terobosan pelayanan publik dan meningkatkan pelayanan publik.

Kepala DPMTSP-Naker Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk belajar dan mereplikasi terobosan pelayanan publik dan meningkatkan layanan publik untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

“Kami memilih Disnaker Kabupaten Malang karena memiliki keunggulan. Sebab, kami bisa mempelajari banyak hal untuk meningkatkan pelayanan publik di tempat kami. Apalagi ada beberapa program yang belum kami miliki, tapi di Kabupaten Malang sudah menjalankan. Selain ke Dinas Tenaga Kerja, kami juga akan ke BLK Wonojati Singosari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengatakan, kunjungan bersama Komisi B DPRD Kabupaten Rembang guna bertukar informasi dan inovasi.

“Mereka belajar soal beberapa terobosan baru yang dirancang pada masing-masing bidang kami, seperti di bidang hubungan industrial yang saat ini tengah berjuang untuk mendatangkan perusahaan modal asing (PMA) di Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Yoyok menjelaskan, usaha bidang Industrial ini telah membuahkan hasil. Sudah ada beberapa PMA yang akan berinvestasi di Kabupaten Malang.

“Saat ini sudah ada lima PMA, dan kami berjuang untuk terus mendatangkan investor di Kabupaten Malang. Tujuannya, meningkatkan iklim investasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yoyok, bidang hubungan industrial juga memiliki program zero conflict antara perusahaan dan karyawan.

Selain itu, di bidang pelatihan produktivitas (Lattas) juga memiliki terobosan untuk meningkatkan kualitas penyandang disabilitas supaya bisa mempekerjakan penyandang disabilitas sebesar satu persen dari jumlah total karyawan yang ada.

“Penyandang disabilitas harus mendapat jatah satu persen dari jumlah karyawan yang dibutuhkan perusahaan. Saat ini kami terima dua disabilitas. Saya taruh di bagian resepsionis. Biasanya kan kalau resepsionis itu cantik-cantik, nah ini kita bikin beda. Biar kalau ada kunjungan dari DPRD atau dari mana bisa diingat,” jelasnya. (Der/Ulm)