Dosen UIN Malang, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pada Mahasiswi

Ilustrasi (Anja a/MVoice)

MALANGVOICE – Dunia pendidikan Kota Malang tercoreng dengan ulah salah satu Dosen di Universitas Islam Negeri Malik Maulana Ibrahim Malang, pasalnya Dosen yang berinisial ZH diduga telah telah melakukan kekerasan seksual pada mahasiswanya.

Salah satu mahasiswa UIN Jurusan Management yang juga tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang (AMM), Al Ghazali menyampaikan, sebenarnya kejadian ini sudah lama terjadi mulai 2013 lalu hingga sekarang.

“Kejadian ini sudah lama terjadi, korbannya para mahasiswi baru. Tapi mereka semua tidak mau membicarakannya, karena takut,” ungkapnya, saat dihubungi, Sabtu (18/5).

BNN Kota Malang

Menurut Al Ghazali, dalam kejadian itu, korban ZH ada dua orang mahasiswi. Keduanya saat ini merasa shock dan susah untuk diajak bicara.

“Permasalahan ini hingga saat ini masih belum selesai, belum ada penanganan yang tepat dari pihak kampus selaku pemangku kebijakan yang seharusnya itu menaungi aspirasi-aspirasi, maupun menaungi perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa kok malah lebih memilih diam,” jelas pemuda semester empat ini.

Kedua korban ini, lanjut Al Ghozali, ironisnya ada yang sudah lulus kuliah. Mereka hingga saat ini merasa ketakutan atas kemungkinan adanya intimidasi dari pihak kampus.

“Sebenarnya kasus ini sudah ramai di bicarakan di kampus, cuma kami kesusahan untuk mengajak korban agar mau speak Up. Bahkan pihak kampus melarang untuk di ramaikan dengan alasan biar nama kampus tidak tercemar,” pungkasnya.

Untuk itu, tambah Al Ghazali, kedua korban tersebut kini sedang didampingi Woman Crisis Center (WCC) Malang, meski pihak WCC belum bisa memberikan konfirmasi terkait kasus ini.

“Kini WCC sedang melakukan pendampingan kepada kedua korban tersebut. Kami sangat menyesalkan atas kejadian ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, ketika di konfirmasi tentang kasus ini, dirinya tidak banyak menjawab terkait kasus ini.

“Saya belum mengetahui dengan persis kasus ini. Kasus ini terjadi sejak tahun 2013 silam,” pungkasnya.
(Hmz/Aka)