Tax Goes to Kampoong

d’Kross feat Anto Baret dan Tessy Srimulat Siap Meriahkan Puncak Tax Goes to Kampoong

Kegiatan Tax Goes to Kampoong di Lapangan Sampo, Minggu (12/11) lalu.

MALANGVOICE – Ajang Tax Goes to Kampoong yang bakal berlangsung Minggu (26/11) besok pantang dilewatkan. Pasalnya, ajang yang digeber di kawasan Jalan Kembar Kyai Ageng Gribig (depan Kampus 2 UM), Madyopuro, ini bakal menjadi gong penutup sosialisasi dan edukasi perpajakan blusukan kampung yang dihelat Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang.

Penampilan band d’Kross featuring Anto Baret bakal menghentak panggung hiburan. Tak hanya itu, dengan hadirnya pelawak kondang Tessy Srimulat, suasana dijamin makin gayeng dan meriah.

Wali Kota Malang, Malang H Moch Anton didampingi Umi Farida juga bakal hadir beserta jajaran OPD Pemkot Malang. Kian menarik, peserta jalan sehat akhir pekan nanti berkesempatan membawa pulang ratusan hadiah menarik, mulai dari kompor gas, sepeda gunung, kulkas dan mesin cuci.

“Warga juga bisa mendapatkan aneka bingkisan menarik dengan mengikuti kuis dan fun games selagi pembagian doorprize,” kata Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT.

Adapun para orangtua juga dapat mendaftarkan anak-anaknya untuk ambil bagian dalam even Warna Warni Pajak Daerah, juga di lokasi yang sama. Peserta dari kalangan anak-anak usia sekolah TK dan SD bisa berpartisipasi dalam Lomba Mewarnai dengan tema ‘Sadar Pajak’.

Acara dikemas penuh keceriaan, dengan hiburan badut, story telling dan seni tari tradisional. Semuanya gratis alias tidak dipungut biaya pendaftaran. Ade menambahkan, warga yang ingin membayar pajak daerah, bisa langsung melakukan pembayaran di Mobil Tax Online.

Di lokasi akan ada petugas BP2D dan Bank Jatim yang stand by melakukan pelayanan. Makin asyik, karena warga yang membayar pajak daerah berhak membawa pulang paket sembako gratis.

Ade menyatakan, selain sebagai bentuk pelayanan jemput bola, sosialisasi dan edukasi perpajakan, seluruh rangkaian kegiatan ini juga merupakan apresiasi bagi warga masyarakat atas kesadaran dan partisipasinya dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya.

“Lebih dari itu, kami juga ingin menanamkan budaya anti korupsi, khususnya di bidang perpajakan, kepada seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(Coi/Yei)