Mengkaji Arah APBD Kota Malang

Distribusi APBD Dinilai Belum Terarah

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban, menjadi pembicara di Kopilogi. (Muhammad Choirul)
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Ya'qud Ananda Gudban, menjadi pembicara di Kopilogi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, menilai, distribusi APBD selama ini belum terarah. Hal ini diungkapkan dalam diskusi bertajuk ‘Mengkaji Arah APBD Kota Malang’ yang dihelat KAHMI Malang, di Kopilogi, Kamis (19/1).

“Saya melihatnya APBD ini belum terarah, belum sesuai bidang-bidang prioritas,” ungkapnya.

Menurut politisi Partai Hanura itu, Kota Malang sebenarnya termasuk wilayah yang diberkahi. Sebagai kota terbesar ke-2 di Jawa Timur, lanjut Nanda, mestinya pembangunab sumber daya manusia menjadi perhatian utama.

“Bukan hanya infrastuktur saja seperi yang selama ini dilakukan Pemkot,” tandasnya.

Nanda juga mengkritisi banyaknya pembangunan taman yang menggunakan APBD. Dia menegaskan, tidak selayaknya APBD digunakan untuk memugar taman.

“Kecuali kalau bisa menggandeng swasta itu baru luar biasa. Selain itu, dari total APBD Rp 1,8 triliun, ada Silpa Rp 300 miliar. Bayangkan, harusnya ini bisa diarahkan ke pengembangan masyarakat,” pungkasnya.