Disporapar Siapkan 50 Event Dalam Kalender Wisata 2021

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, (MG2).
Article top ad

MALANGVOICE – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, bakal mengadakan 50 event yang masuk dalam kalender wisata di tahun 2021.

Dalam 50 event yang nantinya bakal dilaksanakan pada bulan April, terbagi di antaranya 40 event diselenggarakan di Kampung Tematik, kemudian satu event besar Malang Flower Carnival, dan sembilan event lainnya berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).

Menurut penjelasan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, alasan event lebih banyak dilakukan di kampung tematik guna meningkatkan potensi dari seniman di tiap-tiap daerah nantinya.

“Terutama yang dilakukan kampung tematik. Memang yang tampil di situ potensi lokal.
Sehingga bukan dari luar mereka berupaya, karena ini rintisan ini untuk meningkatkan seniman masing-masing kampung,” ungkapnya.

Dari situ, Ida juga menambahkan pelaksanaan kalender wisata ini dilakukan pada bulan April disebabkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di awal bulan.

“Kita mulai bulan April, karena Januari Februari Maret masih PPKM ya, perkiraan kita itu sehingga kalau pun mengadakan event di bulan April kita menerapkan protokol kesehatan ketat,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pertimbangan dilakukannya event di masa Pandemi covid-19 saat ini berdasarkan ketentuan yang ditetapkan di Surat Edaran (SE) Walikota Malang, terkait pengadaan kegiatan kerumunan di masa pandemi.

“Sepanjang itu dilakukan Protokol Kesehatan, tidak berkerumun, dan mereka mengkondisikan betul seperti yang telah tertuang dalam SE Wali Kota boleh,” ujarnya.

Sedangkan sebagai langkah antisipasi terjadinya keramaian di saat event berlangsung, pihak Disporapar Kota Malang melakukan sosialisasi terkait batas kapasitas pengunjung yang harus dipenuhi dalam kegiatan tersebut.

“Jadi 50 % dari kapasitas harus dipenuhi, ya mereka tidak boleh menerima kunjungan. Karena kondisinya begini. Tapi walaupun kondisi begini kita promosi berekspresi, tidak boleh berhenti tapi dengan batasan-batasan,” tuturnya.

Sementara itu, kalender wisata yang sebelumnya di gelar di tahun 2020 sekitar 70 event namun hanya 15 yang terlaksana. Ida menuturkan untuk tahun 2021 kali ini bakal lebih baik karena sudah tertata dan terencana.

“Tahun 2020 kita sekitar 70 berapa, tetapi yg terlaksana kampung tematik sekitar 15. Dari segi kuantitas pelaksanaan kampung tematik lebih bagus, lebih banyak,” pungkasnya.(der)