Disparta Integrasikan Tiga Desa Wisata

Salah Satu Spot Wisata di Kota Batu. (istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu di tahun 2019 menargetkan pengembangan tiga destinasi wisata desa. Tiga wisata desa yang akan dikembangkan di antaranya, Desa Wisata Gunung Sari, Desa Wisata Tulungrejo, dan Desa Wisata Pandanrejo.

Plt. Disparta Kota Batu, Imam Suryono mengatakan tahun 2019 ini pihaknya akan konsen mengembangkan tiga wisata desa yang sudah ada tersebut menjadi wisata terintegrasi. Dengan harapan wisatawan yang datang ke desa wisata bisa mengekpslore semua potensi yang ada di tiap desa.

“Tahun ini kami menginginkan tiga desa tersebut menjadi desa wisata terintergrasi. Misalnya saja di Desa Tulungrejo memiliki banyak destinasi wisata. Oleh sebab itu nantinya bisa dipaketkan mulai dari wisata Coban Talun dan wisata Religi di Pura Giri Arjuna. Jadi pengunjung tidak hanya mengunjungi satu wisata saja lalu pulang begitu saja,” jelasnya

Mantan Kepala Satpol PP ini juga menjelaskan untuk kedepannya akan dibangun peternakan dan pengolahan sapi terpadu. Tepatnya di Dusun Brau Desa Gunungsari yang hampir 90 persen kepala keluarga memiliki sapi perah di rumahnya.

Dusun Brau merupakan salah satu penghasil susu sapi dan produk pertanian. Dari potensi lokal tersebut, Kota Batu yang belum memiliki wisata perah susu telah menyiapkan Dusun Brau sebagai desa wisata tematik.

Konsepnya itu sesuai dengan potensi yang dimiliki, selanjutnya tinggal dikembangkan potensi apa yang ada. Kemudian untuk peternakan sapi perah tidak hanya menghasilkan susu saja. Tapi bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti susu kemasan, yogurt, hingga keju,” pungkasnya.

Desa Tulungrejo telah menyiapkan sejumlah 9 hektare Tanah Khas Desa (TKD) untuk rest area, pengolahan, serta edukasi pembuatan produk jadi dari hulu hingga akhir berbahan dasar apel. Selain itu Desa Tulungrejo menjadi sentra wisata petik Apel.

Sementara untuk Desa Wisata Pandanrejo, diungkap Imam baru saja diresmikan sebagai wisata petik strawberi yang dikelola oleh desa. Kemudian untuk wisata penunjang, di desa tersebut ada Omah Budaya Slamet, hingga sport tourism seperti rafting.(Der/Aka)