Disparta Batu Ingatkan Homestay Soal Sapta Pesona

Suasana pelatihan peningkatan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata di Hotel Filadelfia, Kota Batu, Kamis (9/11). (Aziz Ramadani/MVoice)
Suasana pelatihan peningkatan kapasitas usaha masyarakat destinasi pariwisata di Hotel Filadelfia, Kota Batu, Kamis (9/11). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Batu tak hentinya meningkatkan kualitas homestay di wilayahnya. Terlebih keberadaan homestay menjadi prioritas program nasional melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono, mengatakan, ada tiga hal penting program nasional tentang peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah. Di antaranya, digital tourism, aksesibilitas dan homestay. Kota Batu dilirik Kemenpar kaitannya dengan homestay tersebut.

“Memang program nasional. Apalagi tren saat ini wisatawan mancanegara lebih memilih homestay. Maka kami terus melakukan pembina kepada pelaku usaha homestay,” kata Imam, Rabu (15/11).

BNN Kota Malang

Imam menambahkan, pelaku usaha harus profesional dengan mengacu pada sapta pesona yang digalakkan pemerintah. Sapta pesona merupakan sebutan bagi tujuh unsur pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata di Indonesia yang terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Plt Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. (Aziz Ramadani/MVoice)
Plt Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. (Aziz Ramadani/MVoice)

“Penting wisatawan jadi terkenang, tidak hanya mengandalkan destinasi wisata, pelayanan (homestay) ini juga yang penting,” tutup Imam.

Kabid Pengembangan Potensi Masyarakat, Kemenpar, Ambar Rukmi, menambahkan, ada perubahan paradigma wisatawan, khususnya wisman yang semula senang tinggal di hotel ke homestay. Alasannya tentu karena lebih murah dan mudah diakses.

”Menjadi daya tarik juga, wisman ingin melihat langsung sosial masyarakat dan sosial kebudayaan. Mereka senang membaur dengan masyarakat tradisional dan kearifan lokalnya,” kata Ambar.

Khusus untuk wilayah Kota Batu dipilih sebagai daerah pembinaan karena masuk dalam destinasi pengembangan prioritas (DPP). Yakni sebagai salah satu penyangga wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). DPP nasional total ada 10 DPP.

”Pelatihan ini nanti fokus pada pengelolaan homestay yang lebih baik dan tentunya standar hotel. Misalnya dalam penyajian makanan, mengemas produk dan potensi lokal,” tukasnya.