Dishub: Terminal Mangkrak, Karena Sopir Tidak Kompromi

Terminal Gondang Legi yang mangkrak dan tidak berfungsi.

MALANGVOICE – Tidak berfungsinya Terminal Gondang Legi, di Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, karena sopir angkot dan paguyuban menolak konsep pemerintah. Hal itu diungkapkan Kepala Dishubkominfo, Abdurrahman Firdaus, beberapa menit lalu.

Menurutnya, pihaknya sudah kehabisan cara untuk menawarkan difungsikan. Penolakan juga diikuti pemilih angkot yang menilai keberadaan terminal tidak tepat.

“Muspika setempat sudah siap, tinggal para sopir. Kalau besok siap kami siapkan rambu-rambu dan keperluan lainnya,” jelasnya kepada MVoice.

BNN Kota Malang

Saat ini, Terminal Gondang Legi baru difungsikan sebagai kantor UPT. Adanya terminal, lanjut dia, agar mikrolet tertib dan tidak ngetem disembarang tempat.

Dijelaskan, ada sekitar 80 mikrolet yang terdaftar, dan hanya 20 kendaraan saat ini beroperasi. Trayeknya arah Gondang Legi-Bantur, Gondang Legi-Gedangan.

“Kami komunikasikan supaya tidak ada konflik sosial di belakang hari,” bebernya.

Bisa jadi, sekalipun jarak dari terminal ke pasar jauh, pihaknya akan membekali sopir angkot dengan alat komunikasi (handy talkie).

Pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke pagyuban untuk mengelola dan mengatur keluar masuk mikrolet.”Kami serahkan ke paguyuban sepenuhnya, kurang apalagi. Kami ingin terminal tersebut berfungsi dan mengangkat ekonomi warga sekitar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Terminal Gondang Legi yang dibangun 2004 hingga 2007 menelan anggaran Rp 5 miliar, mangkrak dan tidak berfungsi sampai sekarang.