MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperketat pengawasan parkir di kawasan Kayutangan Heritage menjelang Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasa memadati kawasan tersebut saat ngabuburit.
Selama ini, Kayutangan Heritage telah ditata agar steril dari parkir tepi jalan, khususnya kendaraan roda dua. Sepeda motor diarahkan menggunakan parkir terpusat yang telah disediakan pemerintah.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait akan menerjunkan personel untuk memastikan aturan tersebut tetap dipatuhi.
Sulap Kebun Durian Jadi Destinasi Wisata Sembari Menyantap Si Raja Buah
“Kami akan melakukan pengawasan agar tetap tertib lalu lintas. Tentu kami akan bersinergi dengan perangkat daerah terkait,” ujar Widjaja, Rabu (18/2).
Dishub juga memetakan sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas seiring operasional pasar takjil selama Ramadan. Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Jalan Raya Sulfat, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Muharto, Jalan Veteran, Jalan Jakarta (belakang kampus UM), hingga Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).
Tak hanya itu, Kayutangan Heritage juga masuk dalam prioritas pengawasan. Sebagai salah satu ikon wisata Kota Malang yang berada di jantung kota, kawasan ini diprediksi menjadi magnet warga untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.
Widjaja mengimbau pengunjung agar memanfaatkan Gedung Parkir Kayutangan yang telah dibangun untuk menata sistem parkir di kawasan tersebut.
“Kayutangan harus teratur. Mohon tidak memarkir sepeda motor di sembarang tempat. Kami sudah sediakan Gedung Parkir Kayutangan, silakan dimanfaatkan,” tegasnya.
Ia mengakui, masih ada pengendara yang nekat parkir di tepi jalan meski sudah dilarang. Pada akhir pekan lalu, petugas Dishub bahkan mengangkut puluhan sepeda motor yang kedapatan melanggar aturan.
“Kemarin ada puluhan motor. Itu memang melanggar aturan sehingga kami tindak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas menjadi konsekuensi dari meningkatnya kunjungan di kawasan wisata tersebut. Karena itu, edukasi dan penegakan aturan akan terus dilakukan agar budaya tertib berlalu lintas di Kayutangan semakin terbentuk.
“Kami akan terus melakukan edukasi untuk membudayakan ketaatan berlalu lintas di kawasan Kayutangan,” tandasnya.(der)