MALANGVOICE- Pemkot Malang bakal tegas menata parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Hal ini menyusul sudah dibukanya Gedung Parkir Kayutangan mulai 7 Januari 2025 ini.
Selama pembukaan kembali hingga 13 Januari, Dinas Perhubungan (Dishub) membebaskan biaya parkir bagi semua kendaraan.
Dengan adanya gedung parkir baru itu, Pemkot Malang ingin menata parkir sehingga lebih tertib. Diketahui saat ini parkir di Kayutangan menggunakan badan jalan, hal itu berdampak kepada arus lalu lintas terutama saat libur dan akhir pekan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan, mulai 7 hingga 13 Januari akan dilakukan sosialisasi penataan parkir. Selain kepada pengunjung, sosialisasi juga menyasar tukang parkir di sepanjang Kayutangan.
Ia mengatakan komunikasi dengan jukir yang selama ini beraktivitas di kawasan Kayutangan, khususnya di sisi kanan jalan, sudah dilakukan sejak awal.
“Kalau jukir, kami sudah komunikasi dengan yang ada di sebelah kanan. Dulu itu jukirnya sebenarnya hanya dua orang, kemudian berkembang. Tapi nanti kami akan buat skema dan mereka tetap akan kami libatkan,” kata Widjaja.
Meski meniadakan parkir di badan jalan, namun Widjaja mengaku masih membutuhkan peran jukir. Pasalnya, nanti hanya kendaraan roda empat yang bisa parkir di badan jalan.
“Semuanya butuh proses, tidak seperti membalikkan tangan. Kami pastikan akan memfasilitasi. Kalau belum bisa difasilitasi di sini, kami upayakan mereka bisa berkolaborasi ke tempat lain. Itu yang terus kami komunikasikan,” lanjutnya.
Meski mengedepankan pembinaan dan sosialisasi, Dishub tidak menutup kemungkinan melakukan penindakan apabila masih ada jukir yang bersikeras melakukan aktivitas parkir di lokasi yang sudah dilarang.
“Kalau masih bandel, tentu ada penindakan administrasi. Itu sesuai SOP. Kalau sudah melampaui semua tahapan, sanksi tertinggi ya pencabutan, tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas parkir,” tegasnya.
Sementara itu, seorang jukir di Kayutangan Tito Galang Rayhanandika (22), merasa cemas dengan penerapan penertiban parkir di Kayutangan karena berdampak kepada pendapatan.
“Saya berharap ada komunikasi dengan kami sebagai juru parkir,” katanya.(der)