Dies Natalis ke-44, Polinema Ambil Tema Transformasi & Inovasi: Mewujudkan Kampus Berdampak dan Berkelanjutan

MALANGVOICE- Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengawali rangkaian menyambut Dies Natalis ke-44 tahun 2026 ini dengan meluncurkan tema “Transformasi & Inovasi: Mewujudkan Kampus Berdampak dan Berkelanjutan”.

Direktur Polinema, Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T, mengatakan, pada tahun ke-44 ini besar harapan bagaimana Polinema bisa memberikan satu dampak manfaat yang besar bagi masyarakat, bangsa dan negara, tentunya bagus seluruh stakeholder dan mahasiswa.

Menurutnya, dengan perkembangan zaman yang semakin modern, ada tuntutan untuk ikut berkembang. Hal itu juga berlaku bagi dunia kampus akademik.

Juara Bertahan JPE Tampil Perkasa di Malang, Tak Beri Ampun Electric PLN

Direktur Polinema, Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T, (deny/MVoice)

“Sehingga kita akan adaptif terhadap tuntutan perubahan, perkembangan zaman, perkembangan teknologi, termasuk perubahan generasi dan tantangan ke depan yang kita tentunya akan hadapi berbeda dengan tantangan kita hari ini,” katanya usai pimpin apel di Lapangan Polinema, Senin (9/2).

Selain meluncurkan tema dies natalis, Polinema juga memperkenalkan logo 44 tahun serta maskot yang diberi nama Prima.

Logo 44 tahun Polinema ini berwarna biru dengan sentuhan warna merah putih yang melambangkan bendera Indonesia.

Angka “44” dirancang menyatu dan saling
mengunci melambangkan sinergi, kolaborasi, dan soliditas seluruh civitas akademika Polinema. Warna biru gradasi melambangkan kesan modern dan adaptif terhadap perubahan.

Elemen panah yang meluncur ke atas di sisi kiri melambangkan transformasi menuju kampus berdampak & berkelanjutan. Warna merah melambangkan kesan semangat pantang menyerah menghadapi tantangan global
Lengkungan silver yang luwes melambangkan fleksibilitas dan adaptabilitas dalam beradaptasi dengan arus perubahan zaman dan teknologi digital. Warna perak melambangkan transformasi & inovasi untuk industri dengan standar kualitas tinggi.

Polinema. (Deny/MVoice)

Jadi untuk ke depan yang akan kita lakukan adalah bagaimana Polinema ini bisa memberikan satu layanan yang terbaik kepada para mahasiswa khususnya, kepada stakeholder pada umumnya. Sehingga mereka yang membutuhkan layanan pendidikan tinggi vokasi ini kita akan usahakan semaksimal mungkin untuk bisa dilayani dengan baik, itu yang pertama.

Selain itu Supriatna menjelaskan keberadaan Polinema harus terus berkembang. Bukan hanya jumlah mahasiswa dan dosen, tapi pembangunan gedung, dan banyak hal lain.

“Tetapi di sisi yang lain yang kita juga butuhkan adalah Polinema harus juga berkembang, tidak hanya tumbuh dalam artian kuantitas secara fisik tetapi juga kualitasnya harus bisa juga berkembang,” jelasnya.

Karena itu, di usia yang semakin dewasa ini, Supriatna berharap bisa terus berbenah memperbaiki diri menjadi kampus yang unggul.

“Polinema menuju kepada kedewasaannya untuk terus memperbaiki diri, melakukan suatu pola perbaikan yang namanya kita sebut dengan continuous improvement itu, dan ini salah satu kunci untuk kita menghadapi masa depan,” tandasnya.

Dalam seremonial menyambut Dies Natalis ke-44 ini juga diwarnai dengan pelepasan burung dara serta penandatanganan komitmen pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait