Diduga Ada “Orang Dalam”, UB Harap Polisi Ungkap Praktik Percaloan

Ketua Tim Advokasi Hukum UB, Dr Prija Djatmika SH MSi dalam konferensi pers di gedung rektorat Universitas Brawijaya, Rabu (17/7). (Aziz Ramadani MVoice)
Article top ad

MALANGVOICE – Universitas Brawijaya (UB) berharap polisi membongkar dugaan rencana praktik percaloan pada tahapan seleksi jalur mandiri. Sebab, kampus berlambang Raja Brawijaya, Raden Wijaya itu mensinyalir ada persengkongkolan atau peran orang dalam.

“Siapa tahu ada praktik orang dalam juga, karena memang tahun lalu ada, itu mantan pegawai (pensiunan) UB,” kata Ketua Tim Advokasi Hukum UB, Dr Prija Djatmika SH MSi dalam konferensi pers di gedung rektorat Universitas Brawijaya, Rabu (17/7).

Mewakili Rektor UB Prof Nuhfil Hanani, lanjut dia, pihak kampus memiliki harapan besar agar polisi, dalam hal ini Polres Malang Kota, dapat melanjutkan penyidikan. Terutama terkait tangkap tangan keamanan kampus terhadap oknum penyebar amplop berisi stiker tawaran lolos seleksi lewat ‘jalur belakang’, Senin lalu (15/7). Rektor, menurutnya, sangat ingin tahu siapa orang dalam tersebut jika memang ada.
Maka pihaknya menginginkan polisi tidak menghentikan penyidikan.

“Sapa tahu memang ada orang dalam melobi -lobi ke dekan atau siapa.
Karena kami ingin membersihkan (kampus) orang dalam ini,” sambung dia.

Prija menambahkan, Universitas Brawijaya tidak membenarkan adanya praktik jalur khusus dan apalagi berbayar.

“Tidak ada (jalur belakang). Pasti tidak ada. Semua murni hasil seleksi. Nanti pun akan dicek lagi, ada rapat dengan para dekan dan tim IT,” pungkasnya. (Hmz/ulm)