Di Masa Pandemi, Wartawan Dituntut Tangguh

Ketua PWI Malang Raya, M.Ariful Huda (Kiri) Saat memberikan cinderamata pada Wartawan Senior, Yunanto. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Di tengah pandemi Covid-19, wartawan dituntut agar tangguh. Tangguh yang dimaksud adalah menjalankan protokol kesehatan (prokes)

“Menurut saya, wartawan sudah paham tentang Prokes. Karena, wartawan bisa menjadi pelaksana prokes secara langsung di lapangan, dengan menjalankan Prokes,” ungkap Direktur RSUD Kota Malang, dr. Husnul Mu’arif, saat menjadi narasumber dalam diskusi Publik Wartawan Tangguh di tengah Pendemi Covid-19 yang digelar oleh SIWO PWI Malang Raya bekerja sama dengan KONI Kota Malang serta Pemkot Malang, Minggu (29/11).

Menurut Husnul, saat beraktivitas wartawan sangat memungkinkan untuk kontak dengan orang lain, untuk itu perlu menjalankan prokes dengan baik karena dapat mencegah penularan virus covid 19, dan memberikan kenyamanan, kesehatan dan keamanan saat bekerja, hingga pulang ke rumah.

“Prokes itu berupa memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan, sebagai bentuk pencegahan diri dan lingkungan, dikarenakan ketika ada seseorang batuk dan bersin tanpa masker, maka sebanyak 3000 hingga 10.000 virus bertebaran. Apalagi tempat favorit virus, ada bagian pangkal hidung dan tenggorokan. Jika bersin, sangat mungkin terjadi percikan basah dari mulut maupun hidung. Karena itu, masker dan jaga jarak, menjadi pencegahnya,” jelasnya.

Sebab, lanjut Husnul, gejala terpapar Covid-19 pada diri seseorang dapat dirasakan lantaran tubuh merasa demam atau meriang, batuk, nyeri tenggorokan, sesak nafas, dan diare. Namun, jika dilihat secara klinis, gejala Covid-19 ada 1.000 bentuk rupa, dan orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid hipertensi dan diabetes sangat rentan terpapar Covid-19.

“Kekebalan imun seseorang memiliki kadar yang berbeda antara satu dengan lainnya. Penanganan dan penyembuhannya pun juga berbeda taraf percepatannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya M.Ariful Huda mengatakan, dengan pengetahuan kesehatan di masa pandemi Covid 19, diharapkan para wartawan semakin memahami dan bisa melakukan Prokes

“Wartawan yang selalu beraktivitas dengan beberapa dan beragam orang, agar tetap bisa menjaga kebugaran. Bisa terus bergerak menjalankan tugas dengan baik. Tentunya dengan tetap melaksanakan Prokes,” katanya.

Disisi lain, wartawan senior, Yunanto menegaskan, saat ini banyak wartawan yang belum menghadirkan ruh jurnalistik sesungguhnya. Fakta peristiwa dan fakta pendapat belum dipahami secara benar.

“Wartawan tangguh versi jurnalistik seharusnya tangguh dalam menghasilkan karya berita bisa mencerdaskan dan mengedukasi kepada masyarkat didukung dengan ruh jurnalistik yang sebenarnya. Harus ada acuan di setiap publikasi. Sehingga terhindar dari kesalahan pemberitaan. Informasi yang sah dan akurat menjadi harga mati. Dengan begitu, media massa pun terlindungi dari kezaliman publikasi hoax,” tukasnya.(der)