Warga Desa Sidorahayu Persoalkan Proyek Peningkatan Jalan

Dewan Soroti Peningkatan Ruas Jalan Sidorahayu

Lokasi Peningkatan jalan di Desa Sidorahayu Wagir. (Toski D)
Lokasi Peningkatan jalan di Desa Sidorahayu Wagir. (Toski D)

MALANGVOICE – Pekerjaan pengecoran dan peningkatan jalan Sidorahayu-Mendalanwangi kecamatan Wagir mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Malang.

Anggota Komisi II DPRD kabupaten Malang, Hadi Mustofa, mengatakan sebenarnya pengecoran dan peningkatan ruas jalan tersebut bakal cepat rusak, karena belum adanya drainase. Sebab, jika hujan, air mengalir melalui ruas jalan, dengan begitu jalan yang ada disana cepat rusak dan tanahnya ambles.

“Dengan tidak adanya saluran drainase pada sepanjang jalan itu, maka sebagus-bagusnya mutu jalan jelas cepat rusak,” ungkapnya

Namun, lanjut Mustofa, jika ada saluran tetapi bukan drainase, maka pembangunan jalan harus kuat dan jangan asal-asalan. Karena, pengecoran dan peningkatan jalan tersebut menyedot anggaran sebesar Rp 972 juta, sedangkan volume hanya segitu.

“Saya secara pribadi berpesan pada pihak CV agar jangan asal membangun, karena jalan disitu tidak ada drainasenya,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Teknik, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, yang juga sebagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Sabarudin mengatakan dalam pengecoran dan peningkatan jalan Sidorahayu-Mendalanwangi untuk penentuan nilai proyek sebesar Rp 972 juta, dengan panjang 310 meter dan lebar 6 meter tersebut sudah berdasarkan hitungan CV. Konsultan.

“Nilai itu sudah berdasarkan perhitungan CV Konsultan, mulai dari panjang lebar dan nilainya dilakukan penghitungan,” ungkapnya.

Dengan nilai kontrak Rp 972 juta yang dilaksanakan oleh CV. Kukuh Antika dalam jangka waktu 120 hari, lanjut Sabarudin, sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik untuk proses lelangnya, maupun penghitungan proyeknya.

“Memang untuk tahun ini anggaran untuk pemeliharaan jalan tersebut hanya segitu, sehingga harus dilakukan secara bertahap,” tandasnya.(Hmz/Aka)