Dewan Minta Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Ambrol Diganti Benton

Komisi C DPRD Kota Malang saat sidak lokasi plengsengan ambrol di kawasan Jembatan Kedung Kandang. (ist)
Article top ad

MALANGVOICE – Ambrolnya plengsengan Jembatan Kedung Kandang disorot DPRD Kota Malang. Dinas terkait didesak melakukan perbaikan segera.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin mengatakan, pihaknya telah meminta dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), sesegera mungkin melakukan perbaikan. Lebih tepatnya, agar mengubah pola pembangunan plengsengan dengan beton.

“Dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPR akan secepatnya merubah pola, yang sekarang pakai sistem yang begini ini (plengsengan batu) diganti dengan dinding beton. Dan kekuatannya Insya Allah sudah sekian kali lipat dari yang semula,” jelasnya.

Politisi PKB ini menambahkan, area longsor juga dilakukan pengurukan lebih. Supaya, air tidak meresap dan merusak konstruksi plengsengan. Dewan juga meminta pelaksana proyek menuntaskan perbaikan tak lebih dari seminggu.

“Kami berharap pengerjaan beton nanti itu diiringi dengan percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton itu. Sehingga kekuatan dinding lebih maksimal lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menyatakan, bahwa ambrolnya plengsengan dipastikan tidak mengganggu proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang yang ditargetkan rampung pada 20 Desember 2020.

“Tidak ada (pengunduran target proyek pembangunan). Pokoknya 20 Desember itu 100 persen selesai,” ujarnya.

Pria akrab disapa Soni ini menambahkan, bahwa area plengsengan di bawah jembatan dirancang sebagai jalur alternatif akses menuju Jalan Muharto. Terutama akses keluar masuknya warga di sekitar jembatan.

Tentang permintaan dewan mengganti bahan konstruksi dari batu ke beton diamininya.

“Apapun kami akan perbaiki secara teknis. Tidak ada lagi pasangan batu. Untuk yang ambrol diganti dengan beton. Ini kan bukan dinding penahan plengsengan,” pungkasnya.(der)