Demo Balai Kota Malang, Mahasiswa Sebut Reforma Agraria Jokowi Palsu

Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Selasa (25/9). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Massa mengatasnamakan Aliansi mahasiswa Malang bersatu (AMMB) berunjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Selasa (25/9). Total ada 19 tuntutan yang diaspirasikan. Salahsatunya soal reforma agraria.

Ratusan Mahasiswa menyatakan sikap dan tuntutan menolak reforma agraria. Bahkan reforma agraria pemerintah Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

“Kebijakan rezim Jokowi-JK di bidang agraria ini dapat kita sebut sebagai reforma agraria palsu. Sebab pemerintah tidak sedang mengupayakan mencabut akar utama permasalahan konflik atau perampasan tanah selama ini,” kata Koordinator Lapangan Aksi AMMB Najib kepada awak media.

Pemerintah, lanjut dia, tidak menghentikan laju monopoli tanah oleh korporasi besar, baik perusahaan tambang dan perkebunan. Di samping itu mega proyek infrastruktur rezim Jokowi- JK kian merampas tanah dan rakyat.

“Sehingga membuat kaum petani makin tersingkir dari lahan garapannya,” sambung dia.

Beberapa tuntutan lainya yang diserukan massa pengunjuk rasa, diantaranya hentikan monopoli serta perampasan tanah petani dan rakyat di Indonesia. Hentikan intimidasi, kriminalisasi dan teror terhadap kaum tani dan rakyat Indonesia. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. Memberikan jaminan sosial, baik kesehatan dan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hentikan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Segera tindak tegas perusahaan perusak lingkungan hidup.

“Kemudian, mendesak pemerintah mengupayakan agar terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Khususnya kaum petani melalui pelaksanaan reforma agraria dengan mendistribusikan tanah secara merata dan menyediakan program pendukung lainnya untuk petani,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)