Dekatkan Akses Layanan Kesehatan, Tempatkan Tenaga Dokter di Desa/Kelurahan

MALANGVOICE– Pemkot Batu menempatkan pemerataan akses layanan kesehatan sebagai prioritas utama. Sektor ini menjadi bagian penting dalam menjamin hak dasar masyarakat. Kemudahan akses layanan kesehatan termasuk salah satu syarat mutlak untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan peningkatan layanan kesehatan sangat signifikan dalam meningkatkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Karena SDM unggul menjadi landasan utama untuk mewujudkan Mbatu SAE. Untuk itu, ia menuturkan, Pemkot Batu menempatkan tenaga dokter di desa/kelurahan sehingga layanan kesehatan semakin dekat kepada masyarakat.

Hingga kini terdapat 18 desa/kelurahan yang memiliki tenaga dokter. Pihaknya saat ini masih membutuhkan tambahan enam dokter lagi agar pemerataan layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah.

“Kami terus melakukan upaya meningkatkan kesehatan di Kota Batu. Saat ini ada 18 dokter yang melayani 18 desa, dan masih kurang enam dokter lagi, artinya ada enam desa yang belum terfasilitasi dan kami targetkan rampung di tahun ini,” ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Pemkot Batu berencana menambah tenaga dokter secara bertahap agar seluruh desa dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata. Selain itu, penguatan fasilitas layanan juga dilakukan dengan rencana penambahan poli gigi di setiap puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas cakupan pelayanan kesehatan dasar, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang selama ini masih terbatas di beberapa wilayah.

Di sisi lain, Pemkot Batu juga terus mengembangkan layanan home are yang saat ini telah dijalankan oleh seluruh puskesmas. Program ini menyasar masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara langsung. Ke depan, layanan home care akan diperluas hingga tingkat polindes dengan fokus pada kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

“Semua puskesmas sudah melakukan home care, selanjutnya akan kami telusuri hingga polindes, terutama untuk melayani lansia dan disabilitas,” tambah dia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Batu dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis wilayah, sekaligus memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan akses pelayanan yang layak.

“Dalam program ini, tenaga kesehatan memberikan pelayanan langsung di rumah, mengatasi keterbatadan mobilitas agar ha katas layanan media yang layak tetap terpenuhi,” terang Nurochman.

Ditambahkan, pihaknya saat ini telah mengubah cara pandang penanganan kesehatan dari reaktif menjadi ekosistem proaktif. Jika paradigma lama fokus layanannya bersifat kuratif atau menunggu sakit baru bertindak, paradigma baru bersifat preventif atau pencegahan sejak dini.

“Jika sebelumnya jam operasional terbatas, saat ini ada ekosistem bersiaga 24 jam dengan puskesma sentral,” pungkasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait