Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Dandim: Kemajuan Zaman Tak Bisa Dibendung

Wali Kota Malang, HM Anton, memimpin mediasi terkait transportasi online dan konvensional, di Ruang Sidang Balai Kota. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton, memimpin mediasi terkait transportasi online dan konvensional, di Ruang Sidang Balai Kota. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Dandim 0833/Kota Malang, Letkol (Arm) Aprianko Suseno, menilai, perkembangan zaman tak bisa dibendung. Hal itu dikatakan saat mediasi antara Forkopimda dengan sejumlah unsur terkait polemik transportasi online dan konvensional, di Ruang Sidang Balai Kota, Senin (27/2).

“Kita semua harus memahami realita di masyarakat. Pergantian zaman ini mau tidak mau harus terjadi,” ungkap Aprianko.

Dia menegaskan, perkembangan juga terjadi pada bidang transportasi. Sejak era paling tradisional, moda transportasi terus berkembang hingga memasuki era kendaraan bermotor seperti bus kota dan bemo.

“Kemudian berkembang sampai era taksi. Setiap peralihan selalu ada pertentangan,” tambahnya.

Kendati begitu, dia meminta semua yang terlibat peralihan ini tidak saling menyalahkan. “Jangan menyalahkan pemerintah dan pihakbl lain. Kita harus sadar kenapa hidup di zaman sekarang,” lanjutnya.

Yang dimaksud Aprianko, yakni, semua pihak perlu menyesuaikan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Di sisi lain, dia menilai, objek dari transportasi ialah konsumen. Karena itu, dia meminta semua berlomba-lomba memberi layanan terbaik.

“Masyarakat itu sekarang pintar. Mereka pasti memilih moda transportasi yang efisien berkualitas dan aman,” pungkasnya.