Dampak PPKM, Pendapatan Sektor Wisata di Kabupaten Malang Berkurang

Made
Kadisparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang, pendapatan daerah dari sektor pariwisata bakal berkurang.

“Kalau awal-awal mungkin sepertinya (pendapatan wisata) akan turun, kan masih menyesuaikan nanti, masih PPKM,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Made Arya Wedanthara, Kamis (14/1).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Pemkab Malang ini menjelaskan, meski diperkirakan bakal berkurang, namun penurunan pendapatan sektor wisata itu dimungkinkan bakal kembali stabil setelah PPKM memasuki minggu kedua.

“Setelah satu minggu sepetinya pendapatan wisata bakal normal lagi,” jelasnya.

Pengaruh pendapatan sektor pariwisata tersebut, lanjut Made, adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021, tentang PPKM di dilangsungkan selama 2 minggu. Yakni sejak tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. Namun, tempat wisata tetap dibuka hanya saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Mereka (wisatawan) melihatnya mungkin karena saat ini masih tinggi jumlah kasusnya (Covid-19). Kemudian juga sambil lihat situasi, kan mereka pasti mempertimbangkan juga seperti apa PPKM di Kabupaten Malang. Kekhawatiran seperti itu pasti masih ada di awal PPKM,” terangnya.

Untuk itu, tambah Made, dirinya berharap agar giat patroli bersama jajaran Forkopimda itu dapat dilangsungkan setidaknya 3 kali dalam seminggu, untuk melihat penerapan protokol kesehatan secara ketat di objek wisata juga harus menerapkan setidaknya 4M. Yakni menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung, kewajiban mengenakan masker, menerapkan jaga jarak, hingga menghindari terjadinya kerumunan di objek wisata.

“Selama PPKM wisata tetap beroprasi, pengunjung tetap wajib menunjukkan hasil rapid test (antigen maupun antibodi, red), kami berharap 1 minggu ada 3 kali patroli ke tempat wisata,” tukasnya.(der)