Cuaca Buruk Pengaruhi Hasil Panen Nelayan Sendangbiru

MALANGVOICE – Tangkapan ikan para nelayan di Pantai Sendangbiru belum maksimal hingga pertengahan tahun ini. Hal ini disebabkan karena jadwal perubahan musim yang tidak pas.

Dari taget yang ditentukan di 2024 sebanyak 20 ribu ton. Sampai saat ini hanya tercapai seperempatnya saja atau sekitar 5 ribu ton.

Hal itu disampaikan salah satu nelayan bernama Suryansyah yang hasil tangkapannya menurun drastis. Dengan menggunakan multiday fishing hasil tangkapannya belum bertambah. ”Dalam sekali perjalanan melaut bisa sampai 20 hari dulu bisa sampai 5 ton kini hanya 1 atau 2 ton saja,” katanya.

Baca Juga: Kejurkot VI Basket Bawa Semangat Baru Mencetak Bibit Muda Bertalenta

Butuh 7.602 Petugas Pantarlih untuk Pilkada di Kabupaten Malang

Menurutnya bulan Juni masa panen ikan sudah bisa maksimal, ditambah jarak dari Pantai Sendangbiru hingga ke perbatasan kurang lebih mencapi 400 mil. Biasanya melaut hingga ke perbatasan Srilanka dan Australia. Armadanya menggunakan sekoci dengan berbekal peta.

Baca Juga: Kejurkot VI Basket Bawa Semangat Baru Mencetak Bibit Muda Bertalenta

Butuh 7.602 Petugas Pantarlih untuk Pilkada di Kabupaten Malang

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, turunnya hasil tangkapan ikan karena factor cuaca. Karena ombak di laut cukup besar, membuat hasil tangkapan ikan nelayan berkurang.

Namun, menurutnya para nelayan sudah memahami kondisi ini dan tidak menyalahkan sepenuhnya ke factor alam. Memang pergantian musim yang tidak tepat seperti pada umumnya juga mempengaruhi.

“Laut selatan karakteristiknya kadang dia ombaknya besar, kadang kecil. Jadi nelayan sangat paham kondisi tersebut. Pengalaman 2023, walaupun cuaca ekstrem, nelayan bisa beradaptasi dengan lingkungan,” ujarnya.

Namun nelayan tetap berusaha dengan menerapkan oneday fishing dalam satu kali perjalanan. Mencari ikan tidak jauh dari pantai sendang biru. Lalu ada sistem multiday fishing, yakni mereka menyusuri laut selama 14 hari menggunakan sekoci.

“Di saat dua minggu itu lah, kondisi alamnya fluktuasi, kadang ombak tinggi, kadang kecil. Tapi nelayan laut selatan sudah terbiasa,” jelasnya.

Walau begitu, kebutuhan ikan di Sendangbiru masih terpenuhi. Walau ukuran ikan yang didapat tidak terlalu besar. Harusnya, hasil tangkapan ikan akan mulai membaik ketika memasuki bulan Juni hingga September. Bahkan selama kurun waktu empat bulan itu tangkapan ikan berkali lipat dari lima bulan sebelumnya. Termasuk ikan berukuran besar juga akan terjaring.

“Ini mulai ada ikan pelagis seperti tuna, payau mulai tertangkap. bahkan tadi nelayan ada yang mendapatkan ikan tuna besar, kami masih optimis target terpenuhi,” tuturnya.(der)

spot_img

Berita Terkini

Arikel Terkait