Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Ceraikan Anton, Nasdem Deklarasi Usung Nanda – Wanedi

Yaqud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi bersama Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur. (Istimewa) 
Yaqud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi bersama Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur. (Istimewa) 

MALANGVOICE – Mengejutkan. Tiada kata yang lebih tepat selain itu, untuk menggambarkan perkembangan peta politik di pekan terakhir jelang pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang.

Kamis (4/1) siang ini, kabar mengejutkan tersebut datang dari Partai Nasdem. Pemilik satu kursi legislatif itu memang mengagendakan deklarasi Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Dinas se – Jawa Timur.

Bertempat di Surabaya, deklarasi tersebut mencakup semua daerah yang menggelar Pilkada tahun 2018 ini. Yang mengejutkan adalah deklarasi untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

Alih – alih mengusung petahana, H Moch Anton, Nasdem justru mendeklarasikan pasangan Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi. Padahal, pada akhir 2017 lalu partai yang digawangi Surya Paloh itu telah mengeluarkan surat rekomendasi dari DPP, bagi pasangan HM Anton – Syamsul Mahmud sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

Rekomendasi itu tertuang melalui surat tertanggal Jakarta, 13 Desember 2017, bernomor 230-SI/DPP-NasDem/XII/2017. Dalam surat itu, tertulis bahwa penyampaian ini diambil berdasarkan hasil penjaringan dan penyaringan sesuai mekanisme internal Partai Nasdem.

Melalui surat ini pula, saat itu DPP Partai Nasdem memerintahkan Dewan Pimpinan Daerah Kota Malang untuk bersama-sama dengan pasangan calon itu melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain guna memenuhi syarat pencalonan ke KPU Kota Malang. Instruksi juga diberikan kepada agar semua kader Nasdem melakukan konsolidasi internal guna mendukung pencalonan.

Namun, ternyata di pekan terakhir Nasdem justru menceraikan Anton dan berubah haluan ke arah Nanda – Wanedi. Kedua nama terakhir yang disebutkan ini juga hadir dalam deklarasi hari ini, bersama Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna.

Hanya kepada MVoice, Nanda membenarkan bahwa keputusan Nasdem kali ini telah resmi dan tidak mungkin diralat. “Iya benar, saya hadir dan informasi ini benar-benar terkonfirmasi, jadi saya mau berbicara,” ujar peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini. (Coi/arg)