Cegah “Stunting”, Dewanti Minta Masyarakat Bangkitkan Kesadaran Asupan Gizi

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Ayun/MVoice)
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Ayun/MVoice)

MALANGVOICE – Dewanti Rumpoko tidak setuju bila pencegahan stunting atau kekerdilan fisik hanya berupa program pemberian manfaat dari pemerintah.

Menurut Wali Kota Batu ini, masyarakat juga perlu membangkitkan kesadaran pentingnya asupan gizi yang cukup kepada anak sehingga terhindar dari stunting.

“Kalau menurut saya tidak bisa semua itu dilimpahkan ke pemerintah. Harus ada kemandirian. Peran orang tua sangat penting. Salah satunya dengan menjaga keberagaman asupan makanan anaknya,” ujarnya.

BNN Kota Malang

”Saya pesan dan minta ke ibu-ibu ini agar memegang peranan mengatur keanekaragaman makanan dan keseimbangan gizi. Baik karbohidrat, protein dan nutrisi,” sambungnya.

Ia mencontohkan, orang tua dalam memberikan makan jangan hanya sayuran saja. Tapi juga perlu adanya asupan daging. Sehingga ada keseimbangan gizi yang masuk dalam tubuhnya.

Kemudian, ia menyebut di Kota Batu angka stunting masih banyak di daerah Sumber Brantas. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dari waktu ke waktu generasi di Kota Batu akan bertambah pendek.

”Ini sebenarnya pahit. Tapi harus saya katakan. Biarlah, tapi setelah ini saya harapkan tidak ada lagi (stunting),” tegasnya.

Apalagi, permasalahan stunting tersebut dampaknya sangat meluas. Ia mengungkaokan saat adanya seleksi Paskibraka, panitia merasa kesulitan mencari calon anggota karena tinggi badannya tidak memenuhi. Akibatnya, panitia terpaksa menurunkan dua great angka tinggi badan calon seleksi Paskibraka.

Dari data sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu disebutkan sekitar 20 persen dari 15 ribu balita mengidap stunting. Sehingga hal tersebut perlu sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan masyarakat khususnya orang tua untuk mengatasinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan faktor utama kasus stunting di Kota Batu karena pola asuh. Bisa dikatakan pengetahuam masyarakat masih kurang tentang pola asuh. Sehingga, kasus stunting masih terbilang banyak di Kota Batu.

”Tentunya, kami selalu berusaha untuk menurunkan angka tersebut. Selain memberikan vitamin, kami juga mengedukasi orang tua anak dengan menggelar kelas ibu hamil. Dan kami juga sudah sosialisasikan tentang stunting ini,” tutupnya.(Der/Aka)