Catat Sejarah, Malang Super Fight ke-26 Bakal Sajikan Tinju Kelas Dunia

Konferensi pers Kejuaraan Tinju Internasional Malang Super Fight (MSF) ke-26, Sabtu (2/3). (Aziz Ramadani /MVoice)

MALANGVOICE – Laga tinju kelas dunia bakal tersaji di perhelatan Kejuaraan Tinju Internasional Malang Super Fight (MSF) ke-26, 29 Maret mendatang. Sejarah bakal tercatat dalam ajang menyambut HUT ke-105 Kota Malang tersebut.

Ya, masyarakat Bhumi Arema bakal dimanjakan aksi beberapa atlet tinju internasional, nasional dan lokal yang memperebutkan tiga sabuk Emas Wali Kota Malang, Sabuk Emas Panglima Divisi 2 Kostrad dalam rangka HUT ke-58 Kostrad, serta Sabuk Emas Dan Yon Bek Ang dalam rangka HUT Bek Ang TNI AD ke-70.

Ketua Umum Komisi Tinju Profesional Indonesia (KPTI) Malang Raya, Ade Herawanto mengungkapkan bahwa MSF ke-26 diharapkan menjadi hiburan istimewa bagi masyarakat, khususnya penggemar olahraga ‘adu jotos’ ini.

BNN Kota Malang

“Malang Super Fight kali ini merupakan kejuaraan tinju dunia WBC internasional dengan tiga partai utama yang dipertandingkan,” kata Ade dalam konferensi pers, Sabtu (2/3).

Pria juga Frontman d’Kross Community itu menambahkan, persiapan kejuaraan ini melibatkan lintas sektoral. Namun, tujuannya tetap satu, yakni menyelaraskan visi dan misi membangkitkan kembali kejayaan tinju tanah air di pentas internasional.

“Semua pihak yang terlibat telah berkomitmen dan memberikan dukungan penuh untuk kemajuan olahraga tinju Malang di kancah dunia,” sambung dia.

Ade juga dikenal sebagai Tokoh Aremania itu menambahkan, susunan partai tambahan masih bisa berubah. Terlebih teman-teman Aremania bakal berbondong-bondong hadir. Mereka akan memberikan dukungan penuh untuk gelar tinju yang diharapkan bisa membawa harum nama Malang dan Indonesia di kancah internasional.

“Karena harus ada petinju putra daerah dari Bhumi Arema yang dipertandingkan malam itu. Tentunya kami berharap prestasi para petinju-petinju muda nanti bisa seperti Timnas U 22 yang memenangkan AFF di Kamboja kemarin,” paparnya.

Petinju-petinju yang akan turun gelanggang, salahsatunya berasal dari Sasana Armin Tan Boxing Camp yang berbasis di Tangerang, Banten.

“Kami menyambut positif sekaligus akan berpartisipasi dengan menurunkan tiga petinju, dua kelas internasional dan satu kelas nasional. Ada Timo Monabesa, Defry Palulu dan John Ruba,” ujar Armin Tan Tagore, kepala sasana.

Pria juga promotor tinju internasional itu juga berharap MSF ke-26 menghidupkan kembali iklim tinju di Kota Malang.

“Malang ini sudah saya anggap rumah kedua, dan potensinya sangat besar. Sayangnya saat ini masih minim sekali pertandingan. Adanya MSF ini pertama saya harap bisa meriah. Kedua, agar iklim tinju lebih hidup dan atlet-atlet lokal termotivasi,” ujarnya.

Dia mencontohkan atlet tinju asal Malang, Hero Tito yang saat ini menjadi salah satu petinju profesional di Indonesia dan kerap tampil di pentas tinju internasional.

“Saat ini Hero Tito termasuk yang berlatih di sasana saya, dan dia potensial. Saya yakin di Malang masih banyak “Hero Tito” lain yang menunggu untuk ditemukan,” tegas Promoter of The Year Region Asia Pasific versi WBC itu.

Co Promotor David Arriesandy menambahkan, pihaknya juga menginginkan ada petinju Kota Malang yang bisa berlaga di event bergengsi ini.

“Rencananya nanti Galih Snipper dari Sasana Batalyon Bek Ang Divif 2 Kostrad Malang akan turun. Dia juga yang pernah merajai kejuaraan tinju WBA Asia di kelas bantam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Malang Eko Nurcahyo mengatakan, ajang tinju tahun ini disambut antusias insan tinju Malang Raya. Selama ini, Sasana Pertina juga terus aktif melakukan pembinaan.

“Karena siang hari ring tinju tersebut dipakai untuk latih tanding Tim Porprov Tinju Kota Malang dengan kota-kota lain di Jatim yang bagus tim tinju amatirnya,” pungkasnya. (Der/Ulm)