Cari Penyebab Gangguan Sumber Air PDAM, Wali Kota Malang Bantah Ada Sabotase

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau tandon PDAM Kota Malang di Tumpang Kabupaten Malang, Kamis (17/1). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, Sutiaji, sampai harus turun langsung mencari akar masalah gangguan air layanan PDAM. Orang nomor satu di Pemkot Malang itu sidak tandon air di Tumpang dan Poncokusumo Kabupaten Malang, Kamis (17/1).

Seperti diberitakan, hampir lebih dari sepekan terakhir, warga pelanggan PDAM di kawasan Kecamatan Kedung Kandang tak teraliri air bersih. Akibatnya mereka harus mengais air bantuan mobil tangki milik PDAM Kota Malang.

Usut punya usut, layanan PDAM dari Sumber Pitu Kabupaten Malang alami gangguan teknis. Alhasil petugas butuh waktu untuk menormalisasi layanan air bersih agar sampai ke pelanggan. Agar tak terulang, Sutiaji sidak atau meninjau langsung di lokasi sumber dan tandon di kawasan Tumpang dan Poncokusumo Kabupaten Malang. Hasilnya ada skenario baru sebagai solusi.

“Gangguan yang terjadi itu ada sumbatan sampah. Karena saringannya terlalu padat seperti saringan pasir. Nanti diganti skala lebih besar,” kata Sutiaji ditemui MVoice di Balai Kota Malang usai sidak.

Disinggung apakah sampah yang menyumbat merupakan aksi kesengajaan alias sabotase, Sutiaji menampiknya.

“Bukan sabotase, sampah itu ya ada kayu-kayu dan plastik. Sepertinya terbawa dari atas,” ujarnya.

Skenario selanjutnya, jika selama ini saat pembersihan tandon, mesin harus dimatikan. Solusi ke depan tidak lagi demikian. Sebab jika dimatikan, pipa akan masuk angin dan butuh waktu lagi sekitar dua minggu untuk maintenance alias perbaikan.

“Pembersihan itu sampai sebulan. Butuh waktu lagi jika harus dimatikan,” jelas politisi Demokrat ini.

Dalam sidak tersebut, Sutiaji turut dipampingi Plt Direktur PDAM Kota Malang Anita Sari, Asisten Administrasi Umum, Kabag Perekonomian dan Kabag Humas Kota Malang.

“Saya berharap PDAM Kota Malang dapat terus meningkatkan kinerjanya demi pelayanan terbaik pada masyakarat Kota Malang, karena air adalah kebutuhan primer yang harus terpenuhi,” tutup Sutiaji.

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Kota Malang, Anita Sari menyatakan bahwa normalisasi aliran air PDAM akan dioptimalkan dengan beberapa redesign konstruksi teknis di jaringan perpipaan dan strainer. Hal tersebut mengurangi risiko kotoran menyumbat strainer dan mempercepat waktu yang dibutuhkan.

“Titik-titik lokasi pemasangan Air Valve juga akan ditambahkan agar angin yang terjebak di dalam pipa segera teratasi,” urai Anita.(Der/Aka)