Kota Malang Memilih Pemimpin

Canangkan Program Toilet Bersih, Ini Penjelasan Wanedi

Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Istimewa)
Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ahmad Wanedi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu dari program 25 Aksi Menawan adalah pembangunan toilet publik yang bersih, wangi dan terawat. Menurut Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, H Ahmad Wanedi, program ini merupakan salah satu prioritas yang segera dieksekusi jika terpilih sebagai pemimpin di Kota Malang.

Ia menjelaskan, setidaknya ada dua alasan pembangunan toilet bersih ini cukup penting. Menurut Wanedi, alasan pertama adalah faktor kebersihan, higienis dan kesehatan masyarakat.

“Toilet publik utamanya yang dikelola oleh pemerintah selama ini terkesan kotor, bau dan tak jarang menjadi sarang penyakit. Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena toilet publik ini pada ujungnya digunakan untuk masyarakat Kota Malang,” kata Wanedi.

Dikatakan, toilet publik yang kotor, tak jarang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit dan hal ini harus segera ditangani. “Faktor kedua adalah kaitan toilet publik yang bersih dengan peningkatan sektor pariwisata di Kota Malang,” ucapnya.

Beradasarkan data, pada 2015 lalu World Economic Forum merilis data jika unsur kesehatan dan higienitas di Indonesia masih menempati posisi 109, dimana kondisi itu ditanggapi oleh Kementerian Pariwisata secara serius karena berkaitan dengan persepsi wisatawan mancanegara yang akan datang ke Indonesia.

Pada 2017 lalu Kementerian Pariwisata sempat membuat sayembara toilet umum yang bersih untuk meningkatkan daya wisata, dimana kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan ranking pariwisaya Indonesia dari peringkat 50 menjadi peringkat 30 di dunia.

“Salah satu perhatian besar terhadap kekurangan yang dihadapi adalah masalah kebersihan dan higienitas dan itu dikaitkan langsun dengan penyediaan toilet publik yang bersih, wangi dan terawat,” ujarnya.

Wanedi menambahkan, berdasarkan kajian sedikitnya ada beberapa faktor, kenapa toilet publik masih kotor, yakni adalah masalah anggaran untuk pemeliharaan dan ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah. Selanjutnya, tidak tersedianya air yang cukup, namun di Kota Malang air dari PDAM masih terjangkau dan sangat mencukupi untuk kebutuhan toilet publik.

“Terakhir adalah pendidikan tentang praktek pemakaian toilet yang kurang tepat, sehingga kedepan perlu adanya pendidikan kepada masyarakat bagaimana memakai dan merawat toilet publik yang sudah bersih secara baik,” pungkasnya.(Coi/Aka)