Kota Malang Memilih Pemimpin

Butuh Perubahan, Empat Komunitas Deklarasi Dukung Nanda – Wanedi

Empat komunitas menyatakan dukungan terhadap Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi. (Istimewa)
Empat komunitas menyatakan dukungan terhadap Ya'qud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Dukungan demi dukungan terus berdatangan untuk pasangan Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi. Kini giliran empat komunitas dan relawan masing-masing Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Komunitas Arek Jatim, Komunitas Ongis Nade (Koin) dan Komunitas 9X menyatakan dukungan.

Deklarasi dan pembentukan relawan pemenangan pasangan yang akrab disebut Menawan ini dilakukan di Omah Arek, Jalan Ijen 91 Kota Malang. Ketua Komunitas Arek Jatim, Wahyu Eko Setiyanto, mengatakan deklarasi relawan ini dilakukan karena ada kesamaan dalam memandang arah pembangunan Kota Malang selama beberapa tahun terakhir.

Ia menyorot beberapa permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik seperti polemik toko modern, pasar tradisional, hingga kemacetan dan banjir yang masih menjadi keluhan masyarakat. “Kita butuh perubahan. Kalau butuh perubahan berarti pemimpinnya harus ganti dengan yang baru,” kata Wahyu Eko Setiawan, Minggu (4/2).

Selain para relawan, acara deklarasi juga dihadiri beberapa tokoh Kota Malang. Dimi Harianto, salah satu tokoh senior di Kota Malang dalam kesempatan itu juga menuturkan jika saat ini tata kota dalam kondisi amburadul dan perlu ada perubahan secara baik.

“Saya dulu tahun 1970-an ikut dalam menyusun master plan Kota Malang. Tapi saat ini saya lihat tata kota semakin tidak karuan. Sehingga perlu ditata kembali,” ungkapnya.

Deklarasi dari empat komunitas itu dihadiri langsung oleh Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban dan H. Ahmad Wanedi. Dalam kesempatan itu, Sam Wanedi, sapaan akrab calon wakil wali kota, menegaskan jika tagline Ayo Noto Malang merupakan konsep pembangunan dengan melibatkan semua elemen dan komponen masyarakat.

“Kita sadar dan sangat yakin jika membangun Kota Malang tidak bisa dilakukan satu atau dua orang. Tetapi harus bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Sam Wanedi.

Sebagai kota pendidikan dengan jumlah puluhan kampus, lanjut Sam Wanedi harusnya menjadi kekuatan tersendiri dalam menata Kota Malang di masa mendatang. Melibatkan semua ahli baik bidang tata kota, tata transportasi hingga ahli hukum akan dilakukan pasangan ini jika nanti dipercaya dan diamanahi masyarakat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

“Kami juga ingin memberikan contoh dimana pemerintahan yakni antara eksekutif dan legislatif bisa sinergi. Kami didukung lima partai dengan jumlah anggota dewan 22 kursi. Tentunya sinergitas itu penting dalam membangun Kota Malang sesuai dengan tagline kami,” tukasnya.

Calon Wali Kota Malang, Dr. Ya’qud Ananda Gudban, mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan komunitas yang telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Menawan. “Tentunya ini adalah menambah semangat kami dalam menata Kota Malang di masa mendatang,” tutur Nanda Gudban.(Der/Ery)