Brakk, Rumah Warga Tulusrejo Ambruk Akibat Tanah Longsor

(Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Bencana longsor melanda rumah milik Abdul Syukur (63) warga Jalan Kedawung Gang IX Kelurahan Tulusrejo, Jumat lalu (1/2). Akibatnya sebagian rumahnya ambruk hingga rata dengan tanah.

Personel Pusdalops PB Yusuf menjelaskan, peristiwa tepat terjadi saat warga bersiap menjalankan ibadah Jumat (1/2), sekitar pukul 11.00 WIB. Salah satu saksi juga istri pemilik rumah Sri Suwarni (55) merasakan getaran hebat disertai suara gemuruh berasal dari bagian belakang rumah. Saat dicek, kamar mandi serta kamar tidur telah ambruk rata dengan tanah.

“Ibu Sri Suwarni saat itu berdua dengan anaknya. Suami sedang tak ada. Begitu melihat rumahnya ambruk beliau histeris dan berteriak minta tolong,“ kata Yusuf dalam keterangan tertulis diterima MVoice, Sabtu (2/1).

Anak pemilik rumah Lia Kurnia (30) lantas melaporkan peristiwa itu kepada Ketua RT setempat untuk meminta tolong. Menurut Yusuf, rumah yang dihuni empat jiwa ini dibangun di bibir anak sungai. Pihaknya menduga, amblasnya sebagian rumah akibat tak kuat menahan beban.

“Tanah di tepi anak sungai ini terlihat gembur, sering kena air. Nah daya rekat pori-pori tanah semakin berkurang ditambah beban rumah,“ urainya.

Namun, masih kata Yusuf, Sri Suwarni sehari sebelumnya sempat melihat bagian pondasi rumahnya itu mengalami retak-retak. Merasa tak khawatir, Suwarni justru menghiraukannya.

“Bahkan yang bersangkutan tetap beraktivitas di bagian dapur dan kamar mandi,” sambung dia.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Malang beserta personel Pusdalops PB langsung melakukan pembersihan material dan evakuasi harta benda yang berhamburan di bibir sungai. Beruntung atas kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Namun kerugian yang diderita diperkirakan mencapai belasan juta rupiah,” pungkasnya. (Der/Ulm)