Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Bikin Nasdem Berpaling dari Anton, Ternyata Ini yang Dilakukan Nanda

Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna, menyerahkan surat rekomendasi untuk Nanda - Wanedi. (Istimewa)
Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna, menyerahkan surat rekomendasi untuk Nanda - Wanedi. (Istimewa)

MALANGVOICE – Politisi cantik Ya’qud Ananda Gudban membeberkan perjalanan panjangnya mendapatkan rekomendasi dari Partai Nasdem. Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini menegaskan, komunikasi intensif menjadi satu-satunya modal utama.

Sebelumnya perempuan yang akrab dipanggil Nanda ini sempat berebut restu Nasdem. Tak tanggung-tanggung, pesaingnya adalah petahana, H Moch Anton. Nanda dan Anton sama – sama sowan kepada Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna, di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Di hari yang sama, 1 Desember 2017 lalu, Anton lebih dulu mendatangi Rendra. Sesaat kemudian giliran Nanda berkunjung. Saat itu, keduanya pun sama – sama optimis mendapatkan restu partai yang dinahkodai Surya Paloh ini.

BACA JUGA : Ceraikan Anton, Nasdem Deklarasi Usung Nanda – Wanedi

Beberapa pekan setelah pertemuan itu, DPP Partai Nasdem mengeluarkan rekomendasi terhadap pasangan Anton – Syamsul Mahmud. Merespon kondisi ini, alih – alih merasa tertikung, Nanda justru tak patah arang.

“Saya terus berkomunikasi dengan Pak Rendra. Begitu juga dengan DPP Nasdem, kami menjalin komunikasi,” ungkapnya kepada MVoice, Kamis (4/1).

Dalam beberapa kesempatan, Nanda memang mengaku telah lama menganggap Rendra Kresna sebagai guru dalam mengarungi jagat perpolitikan. Karenanya, dia tidak sakit hati ketika Nasdem sempat memunculkan rekomendasi untuk Anton.

Kesabaran Nanda pun mulai diperhatikan Nasdem. Ini membuat nama Nanda juga diperhitungkan, meski saat itu awalnya tercatat sebagai kandidat N2 untuk mendampingi Anton.

“Nasdem mengisyaratkan membaca peluang menang dari calon yang diusung,” papar peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya ini.

Nanda menambahkan, dia tetap berkomitmen menjalin hubungan baik dengan segenap pengurus Nasdem, meski belum ada kepastian rekomendasi pada akhir 2017. Ini juga yang membuatnya setia menunggu Rendra Kresna ketika Bupati Malang itu pergi umroh.

“Ketika Pak Rendra umroh, saya sabar menunggu informasi dari beliau. Selama proses menunggu itu tidak ada syarat yang diberikan Nasdem kepada saya. Saya juga tidak menawarkan apa pun, tetapi Nasdem melihat kerja saya di lapangan dengan masyarakat,” pungkasnya.(Coi/arg)