Kota Malang Bakal Punya Monorel?

Begini Penjelasan Anton Terkait Proyek Monorel

Wali Kota Malang, HM Anton, menunjukkan ilustrasi monorel. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton, menunjukkan ilustrasi monorel. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, kembali menegaskan, rencana pengadaan monorel merupakan upaya mengurai kemacetan. Menurutnya, merapatnya PT Indonesia Transit Central (ITC), merupakan langkah awal merealisasikan solusi ini.

“Kenapa harus monorel? Karena dapat mengurangi dampak cost social, tidak terlalu banyak nantinya,” ungkap Anton, Rabu (18/1).

Selain itu, keberadaan monorel juga tidak akan mengganggu keindahan Kota Malang. “Justru akan mempercantik kota,” lanjutnya.

Berbeda dengan solusi lain, misalnya pengadaan fly over atau tol tengah kota, monorel tidak berpotensi mematikan industri yang selama ini sudah berkembang. Sebaliknya, lanjut Anton, keberadaan monorel akan meningkatkan potensi berkembangnya usaha, mengingat rute yang dilewati juga terkoneksi dengan sejumlah titik keramaian.

“Tentu ini masih harus melalui tahapan-tahapan, karena investasi ini akan memakan biaya besar, sekitar 200 – 300 juta USD. Nanti dikaji lagi lebih mendalam, apa monorel ini benar-benar cocok atau tidak,” tandasnya.

Hari ini, di Ruang Rapat Wali Kota, Anton sudah menyepakati beberapa hal dengan PT ITC, antara lain terkait lima tahapan kajian yang meliputi kajian hukum, kelayakan teknis, ekonomi dan finansial, lingkungan dan sosial, serta kajian lain yang belum disebutkan.

“PT ITC ini memang sengaja ingin berinvestasi, salah satunya ingin menjadikan Kota Malang sebagai percontohan smart public transportation,” pungkasnya.