Beauty Class dan Bazar Sembako Murah Disnaker Warnai Rangkaian Gema Desa

Bupati Malang HM Sanusi, saat meninjau stand Disnaker Pemkab Malang. (Istimewa).
Bupati Malang HM Sanusi, saat meninjau stand Disnaker Pemkab Malang. (Istimewa).

MALANGVOICE – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, gelar beauty class dan bazar sembako murah untuk meriahkan rangkaian kegiatan Gema Desa di Singosari, Kamis (20/2).

Kegiatan beauty class tersebut, pihak Disnaker Pemkab Malang bekerjasama dengan brand make up ternama, Make Over, dan untuk bazar sembako murah, Disnaker bekerjasama dengan Alfamart. Beauty class dipandu Desya Dwi Cahyaningsih dan Cloudia Putri Sekarsari. Dalam acara ini diikuti sekitar 20 peserta, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa dan lulusan SMA/sederajat.

“Sebelum menggunakan make up, bersihkan dulu wajah menggunakan micelar water. Karena biasanya hasil make up itu bukan karena produknya kurang bagus. Tapi karena wajah kita yang kurang bersih. Jadi harus dibersihkan terlebih dahulu,” kata Desya yang akrab disapa Sasa itu.

BNN Kota Malang

Sementara Alfamart menawarkan satu paket harganya hanya Rp 50.000, terdiri dari gula, minyak dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Salah satu peserta, Rinda mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya bisa menjadi bekal bagi peserta yang ingin membuka lapangan usaha sebagai make up artist.

“Jadi tahu bagaimana make up yang benar. Bermanfaat sekali,” katanya.

Di sisi lain, Kadisnaker Pemkab Malang, Yoyok Wardoyo menjelaskan, kegiatan yang disponsori Alfamart serta Make Over ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemberian sembako murah, merupakan bukti hadirnya pemerintah dan perusahaan dalam membantu menyediakan kebutuhan warga dengan harga terjangkau.

“Diharapkan dengan pelatihan make up ini mampu memberikan kemampuan bagi warga. Sehingga warga bisa menggunakannya untuk membuka lapangan kerja,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Malang, HM Sanusi berharap, koperasi Desa Tunjungtirto, juga dibuka salon yang memanfaatkan skill dari warga desa, sehingga bisa dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga.

“Kalau dibuka salon di sini juga bagus. Warganya sudah belajar merias, jadi manfaatkan. Ini tugas Bu Kades untuk mewujudkan,” tandasnya.(Hmz/Aka)