Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Banyak Penumpang Terlantar, Kasatlantas: Ini Bukti Angkot Masih Dibutuhkan

Penumpang terlantar akibat angkot se-Kota Malang mogok operasi. (Muhammad Choirul)
Penumpang terlantar akibat angkot se-Kota Malang mogok operasi. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Ady Nugroho, menilai, keberadaan angkot dan taksi konvensional masih dibutuhkan masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya penumpang yang terlantar akibat semua armada mogok operasi, Senin (20/2).

“Kami dengan Kadishub (Kepala Dinas Perhubungan, Kusnadi) cukup direpotkan saat back up masyarakat ke kantor atau sekolah karena angkot mogok operasi. Ini bukti angkot masih dibutuhkan,” ungkapnya di sela mediasi dengan perwakilan sopir angkot dan taksi di Ruang Sidang Balai Kota.

Selain mengerahkan banyak armada baik kendaraan besar maupun kecil, serta mobil bak terbuka, pihaknya juga mengerahkan seluruh personel. Selain itu, bus sekolah milik Pemkot Malang juga diterjunkan untuk mengangkut ratusan penumpang yang terlantar di beberapa titik.

“Mulai Gadang sampai Landungsari, bahkan kami perlu menambah beberapa truk untuk diperbantukan. Artinta rekan-rekan angkot ini sangat diperlukan,” imbuhnya.

Terkait dampak sosial akibat keberadaan moda transportasi berbasis online, Ady meminta semua pihak mempertimbangkan faktor lain. Sebab, dari aspek minat penumpang, sehari ini sudah cukup membuktikan tingginya keinginan menggunakan jasa angkot.

“Bukan hanya di sekitar Balai Kota, tapi seluruh Polsek tadi kerepotan. Kalau orang luar Malang lihat kejadian ini, pasti dikira ada bencana alam atau apa, karena truk patroli polisi ikut angkuti penumpang,” pungkasnya.