MALANGVOICE- Sebanyak 200 bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto diserahterimakan kepada Pemkot Malang. Becak itu disalurkan ke penerima di Balai Kota Malang, Selasa (20/1).
Seluruh becak pemberian dari dana pribadi Prabowo ini disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Bantuan becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya Bapak Presiden untuk mendorong modernisasi transportasi tradisional yang lebih ramah lingkungan dan meringankan beban kerja para pengayuh becak. Dengan adanya tenaga listrik, para pengemudi becak diharapkan dapat bekerja lebih efisien tanpa menguras tenaga fisik secara berlebihan.
Ketangguhan dan Solidaritas Relawan PMI Wujud Nyata Nilai Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan, bantuan ini disalurkan untuk para pengayuh becak, terutama yang masuk dalam kategori rentan, sebagai bagian penting dari denyut ekonomi kerakyatan.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para pengemudi becak,” ujar Wahyu Hidayat.
Wali Kota Wahyu Hidayat juga menegaskan bahwa keberadaan becak listrik sebagai angkutan orang untuk keperluan pariwisata ini akan mendukung salah satu dasa bhakti unggulan yaitu Ngalam Asyik.
“Becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan user experience bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Malang utamanya dalam menikmati wisata heritage” jelasnya.
Ia juga mengatakan agar dibentuk paguyuban becak listrik dibawah naungan Dinas Perhubungan guna mendukung pemerataan dan ketertiban operasional becak listrik.
Selain itu Wali Kota Wahyu berpesan kepada seluruh penerima bantuan agar memanfaatkan becak listrik ini sesuai peruntukannya.
Bantuan ini agar tidak untuk diperjualbelikan, namun boleh diwariskan serta tidak digunakan untuk mengangkut barang.
Jadi, harus dirawat sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pengemudi becak listrik juga diharuskan menggunakan Helm sesuai aturan” tegas Wahyu.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M. beserta jajaran, Wakil Wali Kota Malang, Forkopimda Koordinator, Forkopimda Kota Malang, pimpinan instansi vertikal terkait, serta kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Letjen (Purn) Dr Teguh Arief Indratmoko mengatakan, meski sudah dilengkapi mesin listrik namun penggunaan becak itu akan dibimbing tim teknis. Ia melihat banyak pengemudi yang masih kebingungan mengoperasikan becak listrik.
“Sebenarnya kalau listrik yang sudah kita buat baterainya ini untuk tanjakan 15 derajat masih bisa dan enggak ada masalah. Mungkin karena belum terlatih saja pengemudi becak. Makanya nanti kita ada tim becak listrik yang akan mengemudikan atau mengajari bagaimana cara mengemudi becak yang benar,” ujarnya.
Kapasitas baterai becak listrik ini dikatakannya bisa mencapai 36 kilometer dengan kondisi baterai penuh.
Ia berharap bantuan dari Presiden ini bisa bermanfaat bagi penerima dan segera tersalurkan seutuhnya hingga tahun 2027.
“Ini sudah dipesankan ke PT Pindad semoga bisa selesai pada 2027 karena targetnya 80 ribu becak listrik,” tandasnya.(der)