Atasi Masalah Sampah, TPA Supit Urang Bangun Sanitary Landfill Seluas 15 Hektare

Wali Kota Malang Sutiaji meninjau lokasi pembangunan Sanitary Landfill TPA Supit Urang, Senin (4/2). (Asra/MVoice)

MALANGVOICE – Pemkot Malang didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai bangun Sanitary Landfill (teknologi pengolahan sampah) seluas 15 hektare. Hal ini untuk mengatasi masalah sampah yang menggunung, terutama di TPA Supit Urang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, nota kesepahaman atau memory of understanding ( MoU) proyek pembangunan Sanitary Landfill telah selesai. Namun, masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan. Dicontohkannya, terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sampai saat ini belum diterbitkan.

“Pemerintah Kota Malang dalam waktu dekat juga akan menerbitkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang akan diberikan kepada TPA sebagai bukti nyata pendirian bangunan pengolahan sampah,” kata Sutiaji usai mengikuti pemaparan pelaksanaan proyek pembangunan di kantor Direksi KIT PT. Pembangunan Perumahan, Senin (4/2).

BNN Kota Malang

Sutiaji menambahkan, proyek pembangunan ini ditargetkan rampung April 2019. Sehingga dapat dimanfaatkan tahun 2020. Sebab, menurutnya, Kota Malang sudah darurat sampah. Data yang dihimpunnya Kota Malang menghasilkan 600 ton sampah perharinya.

Maka, masih kata dia, penerapan teknologi Sanitary Landfill sangatlah tepat. Sebab dapat menampung sampah berdurasi cukup lama, enam hingga tujuh tahun.

“Tanpa teknologi itu (Sanitary Landfill) sampah sudah menumpuk dalam waktu dua tahun,” urainya.

Pria berkacamata ini juga menginginkan penerapan limbah sampah menjadi bio gas yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan teknologi itu menurutnya, bisa mengurangi sampah sampai 35 ton.

“Kami juga berharap, agar setiap kalangan masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan bisa membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Karena jika tidak, maka tumpukan sampah akan semakin banyak. Mengingat saat ini untuk mencari lahan tempat pembuangan sampah juga sulit sekali,” pungkas pria juga politisi Demokrat ini. (azis/asra).(Der/Aka)