Arema FC Luncurkan Logo dan Jargon “Sluman Slumun Slamet” di HUT ke-33

Logo HUT ke-33 Arema FC. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Tim Arema FC meluncurkan logo sekaligus jargon di HUT ke-33 tahun ini. Jargon yang diusung adalah “Sluman Slumun Slamet”.

Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan, Singo Edan pantang menghindar dari rintangan, tapi jalani dengan tetap fokus ikhlas dan yakin Arema FC berlimpah keberuntungan.

Tak heran, Singo Edan meyakini istilah Jawa “Sluman Slumun Slamet” selalu datang, dirasakan dan menyelamatkan Arema FC dalam setiap menghadapi kesulitan.

Sluman Slumun Slamet dalam arti konstruktif yakni mendapatkan keselamatan keberuntungan atas kehendak Tuhan, dan bukan sekadar keselamatan dari asal kata selamat dari bahaya, tapi lebih dari itu semua. Dari apa yang dijalani, dirasakan, maka sebagai wujud rasa syukur Manajemen Arema FC agar dalam perjalanan ke depan selalu diberi perlindungan, keselamatan dan kelancaran.

Karena itulah, di- usia 33 Tahun Arema FC, sepakat menjadikan “Sluman Slumun Slamet” sebagai jargon penyemangat dan semua yang mencintai Arema FC.

“Sluman Slumun Slamet, Semoga Arema FC tetap terjaga, terlindungi, eksis kapanpun, berlimpah keberuntungan. Sluman Slumun Slamet juga bagian dari ikhtiar kebersamaan, kebersatuan semua pihak juga Aremania, kami optimis momentum 33 tahun ini Aremania kompak bersatu, kompak bersama lewati kesulitan, meski tanpa penonton, kami yakin mereka akan bergerak bersatu dengan cara mereka mencintai kebanggaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menjelaskan soal logo HUT ke-33 Singo Edan. Logo ini berlatar belakang biru dan diberi angka 33. Di atas logo ada jargon Sluman Slumun Slamet. Sedangkan gambar singa dan logo Arema FC ada di tengah angka.

“Logo ini adalah milik semua pecinta tim Arema. Artinya logo bisa dipakai siapapun termasuk pengusaha lokal yang bergantung pada penjualan merchandise,” tutup Sudarmaji.(der)