MALANGVOICE– Indonesia kembali menorehkan prestasi di dunia flora. Setelah melalui proses panjang selama 4–5 tahun, lahirlah anggrek hibrida baru yang diberi nama “GAJAH BARU”, hasil persilangan dua jenis anggrek berbeda yang menghasilkan varietas unggul dengan karakter khas.
Anggrek ini diperkenalkan bertepatan dengan HUT ke-33 GAJAH BARU, Minggu (31/08/25), di Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Kehadirannya menambah daftar panjang kekayaan anggrek Indonesia, yang sudah dikenal memiliki lebih dari 5.000 spesies dari Sabang sampai Papua.

Tak main-main, GAJAH BARU sudah terdaftar secara resmi di Royal Horticultural Society (RHS) International, London, Inggris, pada 18 Agustus 2025. Registrasi ini menjadikan GAJAH BARU diakui secara internasional sebagai varietas baru dengan sertifikat resmi.
“Anggrek hibrida seperti GAJAH BARU ini bisa beradaptasi lebih baik di berbagai kondisi rumah, berbeda dengan banyak spesies murni yang butuh perawatan khusus,” jelas Hj Sautik, pemegang hak paten GAJAH BARU.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari tangan dingin Mr. Dody Christanto dan tim, yang terlibat langsung dalam proses persilangan hingga akhirnya resmi tercatat di kancah dunia.
Kini, GAJAH BARU bukan hanya milik keluarga besar GAJAH BARU, tapi juga menjadi kebanggaan baru Indonesia di mata pecinta anggrek internasional.(der)