Amankah Minum Energy Drink dan Kafein saat Mudik?

Minuman berenergi untuk mudik. (Shutterstock)
Article top ad

MALANGVOICE – Perjalanan mudik yang jauh menghabiskan waktu berjam-jam. Tentu saja kondisi itu membuat sebagian pengendara motor dan mobil kelelahan. Alhasil, minuman berenergi atau energy drink sering dijadikan solusi penghilang rasa capek. Namun tahukah Anda, minum energy drink menyimpan fakta kesehatan mengejutkan.

Menurut sebuah penelitian yang dilansir Malangvoice dari The Telegraph, Senin (11/6). Meminum energy drink ataupun minuman berkafein untuk mencegah ngantuk memiliki efek yang mirip dengan minum alkohol.

Institute of Advance Motorists (IAM) bahkan mengeluarkan peringatan terhadap energy drink, setelah hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman ini berimbas pada penurunan konsentrasi saat mengemudi. Penelitian itu menyebutkan jika sopir cenderung memiliki reflek yang lambat setelah meminum energy drink dan kafein.

“Energy drink memang bisa menghilangkan capek sesaat, tapi tidak bisa menggantikan jatah istirahat reguler,” kaya Direktur penelitian dan kebijakan IAM, Neil Greig.

Menurut Neil, efek meminum energy drink dan kafein hanya sekali. Tidak bisa diulang-ulang karena jenis minuman ini tidak menimbulkan efek dengan durasi berjam-jam.

“Kebanyakan mengkonsumsi kafein dan energy drink menimbulkan efek yang hampir sama seperti minum alkohol. Otot dan sendi menjadi susah dikendalikan, bicara ngelantur dan sebagainya,” kata dia.

Solusinya, meminum energy drink atau minuman berkafein tetap diperbolehkan. Hanya saja, tambahkan juga waktu tidur siang 20-30 menit jika Anda merasa capek saat mengemudi.

“Jika merasa mengantuk, langsung tepikan kendaraan, dan beristirahatlah sejenak,” tuturnya. (Der/Ery)