Alokasi Vaksin Kota Batu hanya Menjangkau 41 Persen Nakes

Ketua IDI Komisariat Kota Batu, Dr Susan Indahwati (Aan)
Article top ad

MALANGVOICE – Tenaga Kesehatan (nakes) adalah garda terdepan dalam penanganan paparan covid-19. Setiap harinya mereka berhadapan dengan orang-orang yang terpapar covid-19 sehingga resiko terinfeksi virus tersebut sangat tinggi.

Maka dari itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memprioritaskan nakes dalam tahap pertama vaksinasi. Termasuk di Kota Batu.

Di Kota Batu sendiri ada 2023 nakes yang telah di data oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk divaksin. Namun alokasi vaksin untuk Kota Batu hanya sejumlah 1680 saja.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Komisariat Kota Batu, dr Susan Indahwati mengatakan bahwa vaksinasi dilakukan dua kali. Artinya alokasi sejumlah 1680 itu hanya dapat digunakan oleh 840 nakes saja.

“Vaksinasi ini kan kita menyuntikan virus lemah dalam tubuh agar muncul antibodi dalam tubuh untuk menangani virus itu,” jelas dr Susan yang sekaligus menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu.

Ia mengatakan bahwa vaksinasi tidak cukup sekali karena antibodi dapat turun. Sehingga dibutuhkan booster dengan penyuntikan vaksin kembali.

“Penyintikannya nanti dua kali, yang kedua 14 hari setelah yang pertama,” kata dia. Maka dari itu, nakes di Kota Batu yang divaksin hanya 41 persen saja.

Sehingga pada tahap pertama vaksinasi ini akan ada 1,183 nakes yang belum divaksin. Susan mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa mengetahui 1,183 nakes ini kapan akan divaksin.

Pasalnya yang menentukan siapa yang divaksin adalah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Dinkes Kota Batu hanya menyerahkan data Nakes yang ada di Kota Batu.

Dari data yang diinput Dinkes Kota Batu nantinya akan langsung ngelink ke KPCPEN. Lalu KPCPEN akan memverifikasi siapa yang layak divaksin dan yang tidak layak.

“Nanti nakes yang layak untuk divaksin akan mendapat sms dari KPCPEN. Sedangkan yang tidak dapat sms ya belum bisa divaksin,” jelasnya.

Susan mengatakan bahwa Nakes ini harus divaksin. Pasalnya nakes adalah orang-orang banyak berhadapan langsung dengan virus covid-19, terutama yang melakukan pelayanan.

“Kami dari IDI, sangat menghimbau agar nakes tidak ragu dan mau vaksin. Ini sudah ada di kode etik kedokteran, jadi bagi yang menolak izin praktek akan ditinjau kembali,” tegasnya.

Karena, menurut Susan dengan vaksin ini nakes dapat melindungi diri sendiri. Sehingga dapat melindungi orang lain yang dilayaninya dengan baik.

Vaksinasi ini dikatakan oleh Susan dilakukan pada bulan Februari tahun 2021 kedepan. Namun untuk tanggal pastinya masih belum tahu.

Sedangkan untuk tempatnya susan mengatakan ada sembilan tempat di Kota Batu yang dapat melakukan vaksinasi. Yakni di lima puskesmas yang dimiliki Dinkes, RS Baptis, RS Karsa Husada, dan RS Etty Harsato.(der)