MALANGVOICE– Di tengah gempuran industri pariwisata Kota Batu, muncul oknum-oknum tak bertanggung jawab. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh mereka untuk melancarkan aksi penipuan, khususnya pada layanan akomodasi penginapan. Tak sedikit wisatawan yang terperangkap oleh ulah mereka.
Bahkan sejumlah wisatawan yang telah mentransfer sejumlah uang kepada pelaku penipuan. Untuk itu wisatawan harus benar-benar jeli ketika memilih akomodasi penginapan saat berlibur di Kota Batu. Sindikat penipuan ini melancarkan aksinya dengan beragam cara untuk mengelabui calon korbannya.
Unggahan Promosi Emas di Medsos Pikat Dua Warga Junrejo Lancarkan Aksi Pencurian
Termasuk dengan meretas akun resmi media sosial penyedia layanan jasa akomodasi. Seperti yang dialami Oak Tree Glamping Resort yang berlokasi di Jalan Raya Tawangargo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Akun resmi instagram hotel bintang 4 ini diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.
HRD Oak Tree Glamping Resort, Agung Prasetyo mengatakan, sebelumnya akun resmi instagram yang dikelola pihak hotel bernama oaktree_glamping. Namun akun instagram tersebut telah diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Manajemen hotel pun memutuskan membuat akun instagram baru dengan nama oaktreeglamping.
“Akun kami yang diretas memakai underscore/garis bawah (_). Sekarang akun resmi diganti tanpa tanda underscore. Maka kami imbau jangan melakukan reservasi pada akun IG oaktree_glamping karena sudah diretas,” terang Agung.
Ia mengatakan, akun instagram yang diretas tersebut memang sudah lama tak aktif sekitar 1 tahun lebih. Pihak manajemen baru menyadari sekitar 3 bulan lalu, jika akun instagram oaktree_glamping beralih dikelola oleh pihak tak bertanggung jawab. Dari kejadian itu, pihak mendapat laporan sebanyak 7 calon tamu hotel menjadi korban.
“Laporan yang masuk ke kami, ada sekitar 7 orang yang menjadi korban. Kan rata-rata yang reservasi di IG, kebanyakan tamu repeater,” imbuh dia.
Para tamu yang menjadi korban mengirimkan sejumlah uang sekitar Rp250 ribu-Rp300 ribu ke nomor rekening pribadi peretas. Para pelaku penipuan itu juga kerap berganti nomor akun Whatsapp yang dipampang pada akun instagram oaktree_glamping.
“Mereka menarik tarif di bawah rate harga hotel yang berkisar Rp970 ribu. Setiap ada tamu yang mau reservasi pasti pelaku ini ganti nomor rekening dan nomor HP,” ungkap dia.
Atas peristiwa tersebut, manajemen hotel memutuskan untuk membawa kasus penipuan ke jalur hukum. Langkah ini ditempuh agar dapat menghentikan ulah oknum tak bertanggung jawab dan tak menambah daftar panjang korban.
“Sudah dilaporkan ke kepolisian karena hal ini tentu merugikan masyarakat dan mengganggu bisnis hotel,” pungkasnya.(der)