HUT ke-103 Kota Malang

Ade d’Kross, Sosok di Balik Layar Sukses Hero Tito dan Rivo Rengkung

Owner d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT diapit dua petinju juara dunia andalan, Hero Tito (kiri) dan Rivo Rengkung. (d'Kross BC for MVoice)
Owner d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT diapit dua petinju juara dunia andalan, Hero Tito (kiri) dan Rivo Rengkung. (d'Kross BC for MVoice)

MALANGVOICE – Memasuki usia ke-103 tahun ini, Kota Malang sudah menorehkan beragam prestasi, termasuk di bidang olahraga. Salah satu simbol kejayaan belantika olahraga bhumi Arema tersemat pada para petinju andalan d’Kross BC, Hero Tito dan Rivo Rengkung.

Keberhasilan Hero Tito dan Rivo Rengkung, berkontribusi mengharumkan nama bangsa, seiring keberhasilan mereka mengamankan gelar juara dunia versi World Professional Boxing Federation (WPBF) di Timor Leste, November tahun lalu. Ini tak lepas dari sosok owner d’Kross BC, Ir Ade Herawanto MT.

Pria yang kini menjabat Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) ini sejak awal memimpikan muncul jawara tinju asal Kota Malang.

Pasca berlalunya era Chris Jon dan tengah meroketnya karier Daud Yordan, harapan untuk melihat kejayaan tinju Tanah Air yang gilang gemilang kini semakin terang. Angin segar sekarang berhembus dari Malang.

Berkecimpung di dunia tinju sejak tahun 2002 silam, sosok Ade lah yang mencetuskan lahirnya kejuaraan Malang Super Fight (MSF) yang penyelenggarannya sudah mencapai 22 edisi.

d’Kross BC yang dikelola Ade bersama para insan tinju Malang Raya tak henti melahirkan petinju-petinju hebat dan pantang menyerah sejak berdiri tahun 2008 silam. Sedari awal, sang owner memang punya ambisi besar.

“Tujuan awalnya, saya hanya ingin mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti era 70′- 80’an. Semua ini berangkat dari rasa keprihatinan akan terpuruknya olahraga tinju di Malang,” ungkap Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Pria asli Malang ini lantas menceritakan awal mula kecintaanya dengan olahraga keras ini. Memorinya langsung tertuju pada gelaran tinju di Lapangan Rampal medio Agustus 2002.
“Semua orang saat itu larut dalam euforia sepakbola. Sampai-sampai tinju pada acara Expo Rampal tidak ada yang menonton. Miris sekali melihatnya,” kenangnya lirih.

Setahun berselang, Ade kemudian bergabung dalam manajemen Gajayana Boxing Camp (BC). Sebagai langkah awal, dia mulai merintis karier sebagai Co-Promotor. Dari situlah, obsesi besarnya mulai timbul.

”Saya ingin melihat ada seorang juara tinju dunia asal Malang. Saya berusaha keras bisa jadi promotor untuk mewujudkannya,” serunya bersemangat.

Barulah pada tahun 2008, Ade memiliki sasana sendiri bernama d’Kross BC, mengutip nama grup band yang dia dirikan dua tahun sebelumnya. Tak lama sejak didirikan, d’Kross menjadi sasana ikonik baru Kota Malang pasca melahirkan petinju hebat macam Kirno Armase, Sis Morales, Victor Mausul, Mosin Khadafi hingga Hero Tito dan Rivo Rengkung yang kini berstatus juara dunia.

Tak sekadar memiliki sasana tinju, tokoh Aremania ini juga aktif menjadi seorang promotor yang diperhitungkan di kancah nasional. Lisensi yang dikantongi peraih gelar Master dari Fakultas Teknik Universitas Gajahmada (UGM) itu pun tak main-main.

Setelah memiliki lisensi promotor nasional versi Komisi Tinju Indonesia (KTI), menyusul kemudian lisensi nasional dari Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) dan lisensi dari Federasi Tinju Indonesia (FTI) juga berada dalam genggamannya.

Sejalan dengan kelengkapan lisensi yang dimilikinya, Ade juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua KTPI Malang Raya dan Ketua FTI Jawa Timur.

Berkat kegigihannya membangkitkan dunia tinju Tanah Air, Ade sempat menerima penghargaan bergengsi dari ATI yang diberikan sebagai pengakuan dan penghormatan kepada insan tinju profesional atas peranan, dedikasi dan dukungannya dalam membina olahraga tinju di Indonesia.

Karena prestasinya tersebut, Ade layak disejajarkan dengan sejumlah tokoh tinju ternama yang juga meraih penghargaan serupa. Sebut saja Pembina ATI Pusat, Jenderal TNI (Purn) H. AM Hendropriyono hingga mereka yang pernah menduduki kursi Ketua ATI Pusat, macam Elza Syarief, Rufinus H Hutauruk, Junimart Girsang hingga Laksda TNI (Purn) H Yuswaji yang telah lama malang melintang di dunia tinju profesional.